Gugat Cerai di Ponorogo Meningkat

Dengan semakin tingginya kasus perceraian di Ponorogo, Pengadilan Agama berharap Pemkab Ponorogo membuat program pembinaan keluarga

Gugat Cerai di Ponorogo Meningkat
tribunnews.com
Sidang cerai

SERAMBIUMMAH.COM,PONOROGO - Dengan semakin tingginya kasus perceraian di Ponorogo, Pengadilan Agama berharap Pemkab Ponorogo membuat program pembinaan keluarga bahagia sejahtera.

"Kalau tak ada program pembinaan, akan terus meningkat angka perceraian itu. Dari datanya saja, cerai talak ada penurunan dari Tahun 2013 ke Tahun 2014. Tetapi, cerai gugat cenderung naik dari Tahun 2013 ke Tahun 2014," ungkap Humas Pengadilan Agama Kabupaten Ponorogo, Lukman Abdullah.

Lukman menguraikan, penyebab perceraian di Ponorogo cukup beragam. Akan tetapi, pihaknya memastikan 60 persen lebih masih didominasi karena faktor ekonomian.

Sisanya, disebabkan faktor moral seperti poligami tidak sehat, cemburu, krisis akhlak, serta perselisihan, termasuk gangguan pihak ketiga yang memicu ketidakharmonisan keluarga. "Sebagian besar, atau hampir 10 persen yang mengajukan gugatan cerai pihak istri," tegasnya.

Sementara isu santer peningkatan kasus perceraian karena pemohon berlatar belakang TKI dan TKW, Lukman tidak membenarkannya. "Untuk perceraian yang berlatar belakang pemohon dari TKI atau TKW malah cenderung kecil, yakni sekitar 7,5 persen dari jumlah total pemohon perceraian. Sisanya permasalahan-permasahan lain dari status yang beragam," pungkasnya.

Tags
Perceraian
Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved