Urusi Perceraian Antarpetani Lebih Sulit

Proses perceraian seringkali berjalan sulit dan tak menyenangkan, namun bisa jadi lebih rumit jika melibatkan sebuah lahan pertanian.

Urusi Perceraian Antarpetani Lebih Sulit
tribunnews.com
Sidang cerai Marshanda dan Ben Kasyafani 

SERAMBIUMMAH.COM - Proses perceraian seringkali berjalan sulit dan tak menyenangkan, namun bisa jadi lebih rumit jika melibatkan sebuah lahan pertanian.

Pengacara senior, Fabian Dixon, dari firma hukum ‘Foleys’ mengatakan, perceraian bisa menjadi sangat rumit dengan sangat cepatnya ketika itu berhubungan dengan lahan pertanian sebagai aset, dan kepemilikannya seringkali juga rumit dan terkadang tak tercatat secara formal.

“Sebuah lahan pertanian tak harus dijual (jika pasangan bercerai), namun jika pengadilan menimbang adanya unsur keadilan dan kesetaraan bagi suami dan istri, satu-satunya cara agar hak istri dipenuhi yakni mereka tak akan segan untuk memerintahkan penjualan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Namun sebagian besar dari kondisi itu akan bergantung pada durasi pernikahan dan besarnya kontribusi dalam mengurusi lahan tersebut, karena pengadilan menilai seluruh kontribusi, tak hanya kontribusi awal, termasuk kontribusi yang masih berjalan yang diberikan suami dan istri selama pernikahan.”

Fabian menjelaskan, banyak kasus perceraian di antara petani dapat menemui jalan tengah sebelum masuk ke pengadilan. Ia pun mendesak para petani dan pasangannya untuk memperjelas aset dan hutang mereka masing-masing sebelum mengurus perceraian.

Tags
Perceraian
Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved