Membentuk Karakter Anak di Sekolah

Pendidikan di Indonesia berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat

Membentuk Karakter Anak di Sekolah

SERAMBI UMMAH.COM - PENDIDIKAN adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran. Hal ini dilakukan agar murid-murid secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan di Indonesia berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi murid-murid agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan karakter adalah pendidikan yang tujuannya membentuk kepribadian murid-muridnya supaya memiliki karakter yang baik, menghayati individualitasnya, maupun menggapai kebebasan yang dimilikinya, sehingga ia dapat semakin bertumbuh sebagai pribadi maupun warga negara yang bebas dan bertanggung jawab, bahkan sampai pada tingkat tanggung jawab moral integral atas kebersamaam hidup dengan warga yang lain.

Terdapat sembilan pilar karakter yaitu cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, kejujuran, amanah dan diplomatis, hormat dan santun, kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama. Lalu, percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai dan persatuan. Kemudian, ada pula K4 (kesehatan, kebersihan, kerapian dan keamanan).

Pendidikan Karakter di Sekolah dilakukan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang selalu bekerja membuat orang mau selalu berbuat sesuatu kebaikan. Orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan acting the good berubah menjadi kebiasaan.

Membentuk karakter pada murid-murid Sekolah Menengah Kejuruan. Sebuah pengalaman penerapan proses pendidikan yang mendorong terbentuknya karakter di Sekolah Menengah Kejuruan, agar murid-murid siap memasuki dunia kerja, berwirausaha, melanjutkan belajar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, ada yang lebih utama adalah membentuk penduduk negeri yang baik, mandiri, percaya diri, menghayati individualitasnya, maupun menggapai kebebasan yang dimilikinya, sehingga ia dapat semakin bertumbuh sebagai pribadi maupun warga negara yang bebas dan bertanggung jawab.

Sekolah merupakan sarana yang dirancang untuk melaksanakan pendidikan, merespon berbagai perkembangan masyarakat, teknologi dan lainnya memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi generasi muda terhadap perkembangan zaman. Semakin maju masyarakat, semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk kedalam proses pembangunan masyarakat itu.

Sekolah membentuk manusia sosial yang berkarakter dan berkepribadian agar mampu bekerja sama dalam suasana menyenangkan, bertanggung jawab, memiliki kemampuan leadership yang baik serta berani berkompetisi raih prestasi. (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved