Komunikasikan Rencana Punya Momongan

Membina bahtera rumah tangga adalah keinginan semua orang. Hidup berpasang-pasangan dalam ikatan pernikahan merupakan salah satu tujuan

Komunikasikan Rencana Punya Momongan
net
ilustrasi 

SERAMBIUMMAH.COM,BANJARMASIN - Membina bahtera rumah tangga adalah keinginan semua orang. Hidup berpasang-pasangan dalam ikatan pernikahan  merupakan salah satu tujuan hidup setiap manusia.

Meski begitu, dalam membina ikatan pernikahan, harus dilandasi dengan cinta kasih antara pasangan tersebut. Keinginan membina keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah adalah dambaan semua pasangan.

Membina rumah tangga juga bertujuan untuk meneruskan keturunan. Mempunyai anak yang soleh adalah dambaan setiap pasangan.

"Terus terang, saat memutuskan pernikahan, kami memang ingin langsung mempunyai anak, jadi tak ada permasalahan," ucap Adi seorang pekerja swasta.

Alhamdulillah, 6 bulan menikah, istrinya langsung hamil dan beberapa bulan berikutnya lahirlah anak perempuan pertama. Anak pertama ini lahir setelah hampir genap satu tahun berumah tangga. Namun berbeda dengan anak keduanya.

Keputusan mempunyai anak pertama ini, berbeda. Ia ingin segera punya anak kedua, tapi istrinya meminta ditunda hingga anak pertama berusia 4 tahun.

"Dan ini aku mengerti. Soalnya kasian juga istri jika punya anak berdekatan. Apalagi yang nenjaga anak adalah istriku karena kami tak punya pembantu. Beruntung istri tak kerja," paparnya.

Maka baru ketika anak pertamanya berusia 4,5 tahun maka mereka baru kembali memiliki anak kedua.

Beda dengan Alan. Ia mengaku sempat beda pendapat dengan istrinya tentang waktu mempunyai momongan usai menikah.
Waktu itu ia ingin punya anak secepatnya, namun sang istri pengin menunda setahun.

"Sempat sih saling beragumen. Akhirnya aku mengalah karena istriku menjelaskan waktu itu ia sibuk proyek ISO di kantornya. Dan aku faham," jelasnya.

Pasalnya jika ia memaksakan kehendak agar istrinya hamil maka dikhawatirkan kecapekan dan bisa mempengaruhi kandungannya.
Setelah masa kesibukan istrinya berakhir, akhirnya sang istri hamil dan melahirkan anak pertamanya.

"Alhamdulillah dapat anak lelaki yang sehat. Nanti aja dulu program anak keduanya," ucapnya sambil tertawa.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved