Lindungi Anak dari Pengaruh Buruk Tetangga

Teman adalah salah satu faktor yang dapat memberi pengaruh yang buruk pada anak. Berteman dengan anak yang nakal dapat membuat anak

Lindungi Anak dari Pengaruh Buruk Tetangga
perempuan.com
ilustrasi 

SERAMBIUMMAH.COM - Teman adalah salah satu faktor yang dapat memberi pengaruh yang buruk pada anak. Berteman dengan anak yang nakal dapat membuat anak meniru prilaku nakalnya. Anak yang berprilaku nakal tersebut bisa saja teman sekolah, teman sepermainan atau bahkan anak tetangga yang kita kenal dengan baik.

Sebagai orangtua, tentu kita akan merasa khawatir jika anak memiliki teman-teman yang memberikan pengaruh buruk terhadap prilakunya sehari-hari.

Lalu bagaimana jika pengaruh buruk tersebut didapatkan anak karena bergaul dengan anak tetangga yang orangtuanya kita kenal dekat? Tentu saja hal itu sangat membingungkan karena di satu sisi kita akan merasa sungkan kepada orangtua si anak tetangga jika terang-terangan melarang anak bermain dengan anaknya, namun di sisi lain kita tidak ingin anak kita terpengaruh oleh prilaku buruk anak tersebut.

Untuk itu, simaklah tips berikut ini tentang cara bagaimana menjauhkan anak dari pengaruh buruk anak tetangga.

Mulai menciptakan ruang

Jika kita ingin melepaskan anak dari pengaruh buruk anak tetangga, batasi intensitas bertemu atau bermain mereka secara perlahan-lahan. Hal ini memang tidak mudah dikarenakan rumah kita dekat dengan rumah tetangga. Namun cobalah atur jam main anak kita secara seksama.

Jangan biarkan anak bermain pada jam main si anak tetangga. Namun biarkan anak sesekali bermain dengan anak tetangga tersebut tetapi dalam pengawasan kita. Sehingga, jika ada prilaku anak tetangga yang kurang berkenan kita dapat langsung menegurnya.

Ajak anak berkomunikasi

Pada titik tertentu, anak mungkin bertanya mengapa ia dilarang atau dibatasi untuk bermain bersama anak tetangga. Jika sudah begitu, cobalah menjelaskan tentang perilaku anak tetangga yang tidak baik dan tidak patut ditiru. Katakan pada anak, bahwa ia bebas berteman dengan siapapun asal memberi pengaruh yang baik.

kita bisa berkomunikasi dengan anak tentang prilaku yang buruk sambil mendongeng. Karena dongeng adalah cara yang paling efektif untuk berkomunikasi dan menanamkan pesan moral pada anak tanpa terkesan menggurui.

Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak

Karakter anak terbentuk dari hasil pemahaman tiga hubungan yang pasti dialami setiap manusia yang biasa disebut triangle relationship. Triangle relationship adalah hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), hubungan dengan lingkungan (dengan manusia lain dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual).

Hubungan dengan Tuhan sangat penting ditanamkan pada anak sejak dini. Misalnya, ketika anak berprilaku buruk karena pengaruh anak tetangga, kita dapat berkata pada anak bahwa Tuhan maha melihat dan tidak menyukai anak yang berprilaku buruk. Hal seperti itu mengajarkan kepada anak bahwa prilakunya harus sesuai dengan tuntunan Tuhannya.

Jika pemahaman positif sudah tertanam kuat pada diri anak, anak tidak akan mudah goyah pendiriannya dan tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal buruk. Sebaliknya, justru anak kita yang senantiasa memberikan pengaruh positif kepada teman-temannya.

Editor: Edinayanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved