Breaking News:

Busana Muslimah Pengaruhi Tren Fashion Dunia

Globalisasi berdampak besar di semua sektor industri, termasuk dunia mode.

Editor: Edinayanti
dream.co.id
busana muslimah mulai jadi tren fashion dunia 

SERAMBIUMMAH.COM  - Globalisasi berdampak besar di semua sektor industri, termasuk dunia mode. Sementara itu, kemajuan teknologi dan peningkatan jumlah perusahaan fashion internasional mendorong semakin kaburnya batas-batas negara.

Di masa lalu, industri fashion dikontrol oleh kekuatan tertentu. Namun, saat ini, tempat-tempat virtual dan pertemuan secara online lebih memiliki pengaruh daripada tempat fisik. Industri fashion tidak lagi menangani elit sosial dan ekonomi, tetapi orang umum tanpa memandang status atau ketenaran.

Perancang busana sebelumnya terinspirasi oleh gemerlapnya dunia hiburan dan dunia fashion dalam desain mereka. Sekarang, mereka terinspirasi pengguna media sosial dari berbagai usia, dari latar belakang sosial ekonomi dan tingkat pendidikan yang berbeda. Misalnya, desainer Amerika Marc Jacobs lebih suka melihat 'blogger' di barisan depan fashion show yang digelarnya daripada selebriti. Ia bahkan terinspirasi oleh blogger kreatif daripada bintang-bintang terkenal.

Sejumlah perancang busana mulai tertarik pada busana perempuan muslim di seluruh dunia. Dan berkat kemajuan teknologi, busana perempuan muslim telah menjadi bagian dari perkembangan trend fashion. Dina Toki-O dan Pearl Daisy dari Inggris, Ascia Akf dari Kuwait dan Dian Pelangi dari Indonesia sudah menjadi tren di dunia fashion global.

Dengan perpaduan dari Inggris dan Mesir, Dina Toki-O bahkan masuk dalam daftar 30 orang muda top di media digital versi The Guardian. Dia menyedot ribuan pengikut di Twitter dan Facebook dengan gaya busana muslim yang unik dan tips-tips yang mengesankan.

Sampai tahun 1960-an, hanya ada beberapa perempuan muslim dengan pendidikan tinggi di kota-kota metropolitan Turki. Sementara wanita berhijab terpinggirkan karena larangan hijab di universitas-universitas dan lembaga pemerintahan ditetapkan pemerintah pada 1980-an. Namun beberapa perempuan berhijab sedikit demi sedikit mulai terlihat di masyarakat. Gaya busana perempuan muslim tumbuh paralel dengan perkembangan busana ready-to-wear dan industri tekstil. Hijab dan busana muslim dengan brand baru mulai diperkenalkan dan busana perempuan musim mulai diproduksi di sektor industri Turki.

Pada 1990-an, perempuan berhijab, yang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi, menjadi lebih aktif dalam kehidupan bisnis. Sejak kemunculan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) pada tahun 2001, banyak istri para politisi Turki mulai sering tampil berhijab di media. Hal ini memicu diskusi tentang busana perempuan muslim.

Dicabutnya larangan memakai hijab, inovasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi, mungkin menjadi faktor utama yang mempopulerkan sektor fashion perempuan muslim di Turki.

Selain itu, 'budaya populer perempuan muslim' adalah output dari perkembangan ekonomi, sosial, budaya dan sosiologis. Sementara perempuan berhijab tidak termasuk dalam target penonton fashion show atau koleksi di masa lalu, mereka kini menciptakan gaya mereka sendiri karena industri fashion tidak mewadahi mereka pada satu titik tertentu.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Headscarf Design Contest, ada US $96 triliun pasar fashion perempuan muslim yang belum dimanfaatkan. Merek fashion terkenal di dunia mulai menyadari daya beli perempuan muslim dan kebutuhan mereka akan busana trendi. Dalam beberapa tahun terakhir, toko-toko busana mulai memakaikan hijab pada manekin dikombinasikan dengan gaun yang cocok, bahkan di negara-negara non-Muslim.

Untuk menarik pelanggan baik yang konservatif atau yang hanya ingin tampil berbeda, beberapa perancang busana non-muslim terkenal membuat koleksi baru yang terinspirasi dari busana Islam dan bahkan burqa. Victoria Beckham, salah satu nama baru dalam dunia fashion, meluncurkan koleksinya di musim dingin 2011. Di koleksi lainnya, dia juga terinspirasi dari street fashion bergaya perempuan muslim Inggris.

Perancang busana lainnya, Marc Jacobs, mengkombinasikan hijab dengan topi berhasil menarik perhatian saat memamerkan koleksi musim seminya pada 2012. Jil Sander, Oscar de La Renta, Givenchy, Thom Browne, Dolce & Gabbana dan Moschino adalah beberapa perancang busana lainnya yang mencoba menghadirkan nuansa hijab pada desain mereka.

Selain itu, DKNY telah terukir dalam sejarah sebagai merek fashion top pertama yang memperkenalkan koleksi Ramadhan khusus untuk pelanggan perempuan muslim pada hari ketiga Idul Fitri bulan lalu. Peancang busana terkenal lainnya, Donna Karan, membuktikan bahwa dunia fashion telah menganggap perempuan berhijab lebih dari sebelumnya.

Fashion adalah industri terus-menerus memperbarui dirinya sendiri agar tetap hidup. Jika kita melihat retrospektif sejarah fashion, banyak tren sering berulang dan desainer selalu mencari sesuatu yang berbeda dan baru. Oleh karena itu, busana perempuan muslim adalah sebuah platform yang menarik dan berbeda serta memiliki potensi untuk membuka pintu baru.

Guru Sosial media David Shaw mengatakan bahwa orang-orang selalu memonitor sinyal tren yang akan datang. Tren busana perempuan muslim adalah kesempatan emas bagi industri fashion. (drc)

Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved