Ayo, Batasi Penggunaan MSG pada Makanan Anak

Bagi perempuan, terlebih seorang ibu, memberikan hal terbaik bagi buah hati adalah sesuatu yang harus dilakukan,

Ayo, Batasi Penggunaan MSG pada Makanan Anak
net
ilustrasi 

SERAMBIUMMAH.COM - Bagi perempuan, terlebih seorang ibu, memberikan hal terbaik bagi buah hati adalah sesuatu yang harus dilakukan, terlebih untuk dampak jangka panjang buah hati. Salah satunya ialah mengenai konsumsi makanan sehari-hari.

Makanan yang dikonsumsi, terlebih oleh anak, akan memberikan dampak yang begitu besar pada pertumbuhannya. Dampak tersebut dapat bernilai positif maupun negatif, tergantung dari apa yang dikonsumsi. Banyak sekali jenis makanan sehat yang dapat diberikan kepada anak.

Sebagai seorang ibu dan perempuan cerdas, Anda perlu selektif dalam memilih makanan untuk anak. Terlebih anak berada pada masa perkembangannya. Salah satu zat yang perlu dihindari pada makanan anak ialah penyedap rasa buatan.

Tentu, para perempuan sudah sangat familiar dengan kehadiran penyedap rasa atau vetsin yang banyak dijual dengan beragam merk dan jenisnya. Secara umum, penyedap rasa tersebut memiliki kesamaan yakni mengandung MSG atau Mono-Sodium-Glutamat. Konsumsi MSG inilah yang dapat membahayakan kesehatan, terutama jika dikonsumsi dengan kadar yang berlebih.

Penyedap rasa ini biasa digunakan sebagai tambahan pada makanan agar terasa sedap. Banyak perempuan yang menggunakan penyedap rasa pada hampir tiap makanan yang diolah. Namun, konsumsi MSG yang terlalu sering dan berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan juga bagi janin.

Ada baiknya konsumsi penyedap rasa dihindari, terutama untuk perempuan hamil dan juga anak-anak. Adapun beberapa dampak buruk yang diakibatkan oleh MSG atau penyedap rasa pada kesehatan terutama pada anak dan janin, antara lain:
Dapat menghambat tumbuh kembang anak, menurunkan intelegensi anak, munculnya masalah obesitas pada anak, menurunkan kerja otak dan dapat merusak syaraf yang ada di dalamnya, menyebabkan peradangan pada hati, sebagai salah satu pemicu kanker.

Pada dasarnya, tidak hanya anak-anak dan perempuan yang sedang hamil yang perlu menghindari konsumsi penyedap rasa ini, melainkan juga semua orang karena pengaruhnya yang buruk pada kesehatan. Di sini, ditekankan untuk anak-anak dan perempuan hamil karena resikonya yang lebih tinggi terhadap dampak buruk dari konsumsi MSG tersebut.

Bagi para ibu dan perempuan, ada baiknya memperhatikan penggunaan penyedap rasa. Ada beberapa saran dan tips dalam mengurangi konsumsi penyedap rasa bagi anak.

Pertama, kurangi atau bahkan hindari penggunaan penyedap rasa pada makanan, gunakan saja bahan tradisional yang dapat menyedapkan makanan secara alami.

Dengan memperbanyak bumbu tradisional seperti bawang merah, bawang putih, lada, gula, dan garam dengan takaran tepat, makanan akan lebih sedap tanpa perlu tambahan vetsin atau penyedap rasa. Selain itu, bagi para ibu, monitor makanan yang dikonsumsi anak. Hindarkan konsumsi makanan instan seperti mie instan, makanan ringan berbumbu, dan sebagainya.

Makanan berkemasan dan instan tersebut biasanya mengandung banyak sekali penyedap rasa, terutama makanan ringan berbumbu. Untuk anak, ada baiknya para perempuan bersikap bijak, dengan cara memberikan makanan buatan sendiri yang dapat terjamin kesehatannya dan tidak menggunakan penyedap rasa dan bahan pengawet yang dapat berakibat buruk pada kesehatan. Hal tersebut lebih baik daripada memberikan jajanan berupaka makanan instan dan makanan dalam kemasan kepada anak. (drc)

Editor: Edinayanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved