Ketika Suami Lupa Tanggal Ulang Tahun Istri

Tanggal kelahiran bukanlah sesuatu yang penting untuk dirayakan. Karena ia hanyalah bagian dari waktu yang akan berlalu meninggalkan kita.

Ketika Suami Lupa Tanggal Ulang Tahun Istri

SERAMBI UMMAH.COM - Kalau kita hendak merayakan ulang tahun, maka tanyalah kepada diri sendiri, “Seberapa besar manfaat yang sudah kita berikan kepada masyarakat sehingga hari lahir kita perlu dirayakan?” Kalau manfaat yang kita berikan cukup besar, maka cukuplah kita mengetahui bahwa Allah tak akan mengabaikan itu semua.

Tanggal kelahiran bukanlah sesuatu yang penting untuk dirayakan. Karena ia hanyalah bagian dari waktu yang akan berlalu meninggalkan kita. Kita seharusnya bukan merayakan, tetapi melakukan refleksi serta perenungan sudah sejauh mana kita mengisi hari-hari yang berlalu dengan kebaikan.

Tapi kadang orang-orang yang dekat dengan kita merasa senang jika hari kelahirannya diingat. Istri dan orang tua kita merasa tersanjung jika kita mengingat hari kelahirannya serta mendoakannya. Dan mungkin mereka akan sedikit kecewa jika kita sama sekali lupa tentang hal itu.

Apakah Anda pernah lupa dengan tanggal kelahiran istri? Saya pernah mengalaminya. Pernah pada suatu hari istri saya berkali-kali bertanya dan memberikan isyarat, “Sekarang hari apa ya? Ini hari apa?”

Setiap kali ditanya, saya selalu menyebutkan tanggal hari itu, tanpa menyadari apa yang diharapkan oleh istri saya. Saya sama sekali tidak menangkap isyaratnya. Saya hanya menjawabnya secara sambil lalu, sambil terus sibuk dengan aktivitas yang lain.

Pada kesempatan yang lain, masih pada hari yang sama, ia kembali bertanya, “Hari ini tanggal berapa? Ada apa ya hari ini?” Saya pun menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, tapi pada saat yang sama mulai merasa heran, dan sedikit kesal. Mengapa ia selalu mengulang pertanyaan yang sama?

Pada malam harinya, ia kembali bertanya, “Sekarang tanggal berapa? Ini hari apa?”

Saya mulai kehilangan kesabaran dan menjadi agak marah. “Mengapa dari tadi terus menanyakan pertanyaan yang sama? Apa tidak ada pertanyaan lain yang lebih penting?” saya menjawab dengan kesal. “Saya kan sudah memberi jawaban berkali-kali. Mengapa harus menanyakannya lagi?”

Istri saya tidak bertanya lagi. Dan saya juga melupakan hal itu. Saya tetap tidak ingat ada apa hari itu.

Hampir satu bulan kemudian, ketika sedang berbincang tentang ulang tahun, istri saya berkata dengan nada protes, “Kamu lupa dengan tanggal lahir saya.”

Halaman
1234
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved