Apa yang Harus Diajarkan Suami pada Istrinya

karena lebih penting untuk mengajarkan seorang istri tentang tugasnya terhadap Allah dan sunnah Rasul-Nya

Apa yang Harus Diajarkan Suami pada Istrinya

SERAMBI UMMAH.COM – Perlu dicatat bahwa merupakan hak istri agar suami mengajarinya tentang hal-hal agama ketika dia tidak tahu tentang hal tersebut dan dia tidak boleh membiarkan dirinya dalam kebodohan.

Diriwayatkan dari Abu Moosa Al-Asy’ari RA bahwa Nabi SAWberkata: “Ada tiga yang akan memiliki pahala ganda. Seorang pria yangmemiliki seorang budak wanita dan ia melatih dengan baik budak itu dan mengajarkannya, maka ia menetapkan dirinya bebas dan menikahinya. Dia akan memiliki pahala ganda. “(Shahih Al Hadits. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1/29), Muslim (1/134), Al-Tirmidzi (1116), Al-Nasaa’i (6/115) , Ibnu Majah (1956) melalui Al-Sha’bi dari Abu Burdah dari Abu Moosa)

Dalam Shahih-nya, Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam judul: “Seorang pria yang mengajarkan hamba perempuannyajuga istrinya”

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan dalam Al-Fath (1/229): “Hadits ini mengacu pada seorang wanita budak, tetapi dapat diperpanjang dengan analogi seorang istri, karena lebih penting untuk mengajarkan seorang istri tentang tugasnya terhadap Allah dan sunnah Rasul-Nya daripada seorang wanita budak.”

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar ra bahwa Nabi SAW berkata: “Kamu masing-masing adalah penggembala, dan masing-masing bertanggung jawab atas gembalaannya. Setiap laki-laki adalah penggembalaatas keluarganya dan dia bertanggung jawab untuk mereka … “(A Shahih hadits riwayat Muslim (3/1459), Al-Tirmidzi (1705) melalui Al-Laits bin Sa’ad, dari Naafi ‘, dari Ibnu’ Umar)

Seorang priaharus peduliterhadap keluarganya, tidak hanya terkait menyediakan makanan, minuman dan pakaian, dia juga harus mengajari mereka tentang agama mereka, karena perhatian terhadap masalah-masalah keagamaan lebih diprioritaskan daripada memperhatikan hal-hal duniawi.

Jika suami tidak mampu mengajarkan istrinya, atau ia tidak memiliki pengetahuan yang dia butuhkan dari urusan agama, maka ia mungkin dapat pergi keluar dan meminta orang-orang berpengetahuan untuk mengajarkannya

Jika ia tidak melakukan itu, maka ia harus pergi keluar untuk bertanya dan belajar. Tidak diperbolehkan baginya untuk mencegah istrinyauntukpergi belajartentang bagaimana cara menjalankan agamanya dengan benar, yang wajib pada dirinya. Jika dia melakukan itu maka ia berdosa. Jika dia tidak dapat menemukan siapa pun untuk pergi keluar atas namanya, maka ia harus pergikemanapun sejauh yang dia butuhkan. (arc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved