Breaking News:

Produsen Mainan Lokal Targetkan Rp 120 Miliar

Usai menikmati kenaikan penjualan saat libur sekolah dan Lebaran, industri mainan dalam negeri kini mempersiapkan diri menyambut kenaikan

SRIPOKU.COM/PAGARALAM
Para pedagang mainan yang mengelar lapak didepan toko yang tutup 

SERAMBIUMMAH.COM, JAKARTA - Usai menikmati kenaikan penjualan saat libur sekolah dan Lebaran, industri mainan dalam negeri kini mempersiapkan diri menyambut kenaikan permintaan di akhir tahun. Untuk itu, industri mainan kini berbenah agar bisa menggenjot penjualan.

Ketua Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia (APMETI), Danang Sasongko memprediksi, selain faktor Lebaran, kenaikan penjualan mainan terjadi menjelang akhir tahun. "Kenaikan penjualan akhir tahun terutama saat Natal bisa 10%," ungkap Danang kepada KONTAN, Jumat (29/8/2014).

Untuk diketahui, saat libur sekolah dan Lebaran lalu, penjualan rata-rata dari 40 anggota APMETI mencapai 120.000 unit dengan nilai sekitar Rp 6 miliar per bulan. Adapun di bulan biasanya, 40 anggota APMETI menjual rata-rata 100.000 unit mainan dengan nilai sebesar Rp 5 miliar per bulan.

Karena ada kenaikan penjualan sejak libur sekolah lalu, APMETI tahun ini mematok penjualan Rp 120 miliar dengan jumlah penjualan 2,4 juta unit mainan. Itu berarti, setiap anggota APMETI ditargetkan menjual 60.000 unit mainan sepanjang tahun ini.

Realisasi penjualan mainan anggota APMETI tahun lalu adalah Rp 100 miliar.  "Tahun lalu, penjualan rata-rata anggota kami 50.000 unit mainan per tahun. Tahun ini kami berharap penjualan naik menjadi sekitar 60.000 unit," kata Danang.

Berita Populer
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved