Biar Pas-pasan yang Penting Rukun

Apa pun alasannya, menyakiti pasangan yang dicinta dan disayang, akan membuat rumah tangga terancam ambruk.

Biar Pas-pasan yang Penting Rukun
net
ilustrasi 

SERAMBIUMMAH.COM,BANJARMASIN - Ketika kehidupan berumah tangga tercoreng oleh aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), maka sedikit banyak akan menimbulkan ketidakharmonisan.

Apa pun alasannya, menyakiti pasangan yang dicinta dan disayang, akan membuat rumah tangga terancam 'ambruk'. Tentunya hal itu tak diinginkan oleh pasangan yang membina rumah tangga yang diawali cinta kasih.

"Bagiku pribadi, KDRT tidak bisa dianggap remeh. Aku punya komitmen dari awal jika suami berani ringan tangan, maka aku tak akan memafkannya," ucap Yuli, seorang ibu rumah tangga di Banjarmasin.

Dia telah membicarakan itu sebelum menikah dan disetujui oleh sang suami. Bagi Yuli, 'sesakit-sakitnya' rumah tangga tak bisa menjadi alasan seorang suami sampai melakukan KDRT.

Lagipula, jika suami mencintai istri, maka dia tidak akan ringan tangan berbuat hal yang tak pantas seperti memukul atau menyakiti istri.

"Tapi istri juga harus tahu diri. Jangan misalnya sudah tahu suami pas-pasan gajinya, malah minta yang tidak-tidak. Kalau wajar-wajar saja, tak mungkin suami marah," tutur Yuli.

Menurut dia, istri juga harus sadar diri menerima suami apa adanya. Apalagi jika dari awal sudah tahu penghasilannya. Untuk itu, mestinya istri bisa membantu meringankan beban suami dengan cara bekerja.

"Tentunya kalau istri mau kerja ya harus seizin suami. Jika tak izin, berdosa," kata ibu muda itu.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved