Breaking News:

Indeks Syariah Melemah Tersengat Aksi Jual Asing

Mengawali perdagangan di pekan ketiga September 2014, indeks bursa saham Indonesia bergerak lemah.

Editor: Edinayanti
Indeks Syariah Melemah Tersengat Aksi Jual Asing
net

SERAMBIUMMAH.COM - Mengawali perdagangan di pekan ketiga September 2014, indeks bursa saham Indonesia bergerak lemah. Pemodal asing masih terus melakukan aksi jual di sesi pagi ini.

Pelaku pasar memang memasang posisi jelang pertemuan bulanan The Fed yang akan menentukan naik tidaknya suku bunga acuan di negara tersebut.

Pada pra pembukaan perdagangan saham Senin, 15 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin terhempas dari level psikologis 5.200. IHSG terkoreksi 25,44 poin (0,49%) ke level 5.118,26.

Tren pelemahan IHSG masih berlanjut di sesi pembukaan. Meski sedikit menguat, IHSG masih turun 23,52 poin (0,46%) ke level 5.120,18.

Di awal pekan ini, saham-saham unggulan terkena tekanan aksi jual para investor. Tercatat 23 saham bergerak melemah sementara hanya lima yang menghijau.

Pemodal asing yang mulai memasang posisi jelang pertemuan The Fed kali ini mengamankan investasinya dengan menarik dana Rp 8 miliar. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan aksi beli investor domestik yang mencatat nett buy Rp 13 miliar.

Laju pelemahan juga dialami indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah ke level 167,24 dan kini masih terus bergerak turun.

Hingga perdagangan pukul 09.19 WIB, indeks ISSI telah terpangkas 0,32 poin (0,19%( ke level 167,41. Transaksi perdagangan telah melibatkan 4,5 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 553,99 miliar.

Sebanyak 40 emiten syariah kini telah beranjak ke zona hijau namun 94 lainnya masih tertinggal di zona merah.

Kondisi yang sama terjadi di jajaran saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) pagi ini dibuka melemah ke lebel 686,03 dan terus bergerak turun.

Tercatat hanya 7 emiten unggulan syariah yang bergerak menguat di kala transaksi perdagangan telah mencapai Rp 442,94 miliar.

"Sentimen negatif dari bursa regional dikhawatirkan akan membuat IHSG melanjutkan trend turun jangka pendek yang saat ini tengah terjadi," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.

IHSG diperkirakan bakal tetap bergerak bervariasi pada kisaran sempit 5135 - 5175. Sentimen dari kebijakan The Fed yang memicu aki jual investor tersebut bakal menjadi faktor dominan bagi pergerakan IHSG hari ini.

Meski sentimen pasar cenderung negatif, Satrio menilai masih ada faktor penolong yang bisa menahan IHSG tidak bergerak turun. Munculnya berita bahwa LPS telah memilih sebuah lembaga keuangan Jepang sebagai pembeli dari Bank Mutiara, diperkirakan bisa menjadi penyumbang sentimen positif. (drc)

Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved