Breaking News:

Inilah Gambaran Masjid Canggih Masa Depan

Bentuk masjid terus berubah sesuai dengan perkembangan budaya manusia. Seperti apa bentuk masjid dalam tempo 50 tahun mendatang?

Editor: Edinayanti
Phanteos
Pada 2064 ini, masjid memiliki peran yang jauh lebih besar. Islam digambarkan berhasil menjadi agama paling banyak dipeluk penduduk dunia sehingga masjid sudah jadi tempat ibadah mayoritas. 

SERAMBIUMMAH.COM  - Bentuk masjid terus berubah sesuai dengan perkembangan budaya manusia. Seperti apa bentuk masjid dalam tempo 50 tahun mendatang? Nah, baru-baru ini majalah bulanan The Islamic menggelar kontes untuk menggambarkan seperti apa masjid di Amerika Utara pada 50 tahun mendatang.

Salah satu gambaran masjid masa depan yang menjadi nominasi sebagai pemenang kontes itu diberi nama 'The Silicon Valley Mosque' (SVM). Peserta yang mengusung SVM memang tak menggambarkan masjid itu berada lingkungan yang penuh dengan pesawat ruang angkasa atau mobil terbang. Namun juri memasukkannya dalam daftar calon pemenang.

Dengan asumsi 50 tahun ke mendatang, berarti masjid tersebut dibangun pada 2064. Seperti dikutip Dream dari laman www.patheos.com, Selasa 9 September 2014, tahun itu digambarkan Amerika Serikat, serta seluruh dunia menjadi tempat yang sangat berbeda. Kulit putih digambarkan menjadi minoritas. Sementara Spanyol adalah bahasa resmi ke dua di AS setelah bahasa Inggris.

Pada masa itu, Islam digambarkan berhasil menjadi agama yang paling banyak dipeluk penduduk dunia sehingga masjid sudah menjadi tempat ibadah mayoritas. Masjid tidak lagi hanya sebagai tempat untuk melakukan ibadah seperti di masa lalu. Pada 2064 ini, masjid memiliki peran yang jauh lebih besar bagi komunitas secara keseluruhan.

Seperti gereja di masa lalu, masjid digunakan untuk pertemuan-pertemuan publik, pemilihan suara secara elektronik, penampungan darurat dan pertemuan balai kota. Dan di Masjid Silicon Valley itu juga menjadi pusat teknologi dan inovasi, masjid juga dianggap sebagai fasilitas berteknologi tinggi.

SVM memiliki ruang multimedia besar dengan gaya tempat duduk seperti teater, di mana film dokumenter dan film-film lain diputar. Tidak hanya itu, kita juga bisa menonton acara olahraga populer seperti pertandingan Piala Dunia, Turnamen Cricket International, serta Super Bowl -yang sekarang termasuk tim internasional 'American football' di Toronto, London, Uni Emirat Arab, dan Afghanistan.

Tentu saja SVM juga memiliki kafe 'Sattar Buksh' --plesetan dari Star Bucks-- dengan Wi-Fi hotspot di dalamnya. Wi-Fi tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan akan digunakan oleh siswa serta para profesional. Pendapatan dari kafe serta restoran halal bintang 5 di sebelahnya akan mendanai operasi masjid.

Dalam dunia tersebut, sangat sedikit sekali orang yang benar-benar bekerja di kantor-kantor menggunakan komputernya. Semuanya dilakukan dari jarak jauh. Kecuali salat, yang meskipun ada tayangan streaming secara online melalui sistim perekaman video built-in masjid yang dioperasikan secara otomatis oleh komputer oleh manusia, masih dilakukan secara pribadi dan berjamaah di masjid.

Tidak ada ruang yang terpisah atau 'pintu belakang' untuk perempuan. Hanya ada satu ruang salat besar, di mana pria maupun wanita dapat menggunakannya. Para pria salat di area depan dan perempuan di belakang mereka sesuai dengan tradisi Nabi Muhammad yang juga tidak memiliki dinding pemisah laki-laki dan perempuan di masjidnya di Madinah pada abad ke-7.

Dewan Direksi SVM terdiri dari semua unsur masyarakat dan agama yang ada saat ini. Sehingga semua orang dapat memberikan masukan pada kegiatan dan program masjid. Karena di dunia masa 2064 itu, terutama di Silicon Valley, semua orang diperlakukan dengan hormat dan bermartabat bahkan jika kita tidak setuju dengan mereka.

Setiap kali SVM menggelar acara maka selalu terbuka untuk masyarakat umum dan bahkan dewan direksi memastikan untuk mengundang tetangga dan orang dari agama lain juga. Setiap orang selalu dipersilahkan untuk menghadiri program di SVM dan hanya diminta untuk melepas sepatu mereka dan memakai pakaian santun saat memasuki kawasan untuk beribadah.

Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved