Breaking News:

Kerupuk Kemplang Beromzet Rp 50 Juta

Kerupuk kemplang mungkin sudah tak asing lagi di telinga para penikmat kuliner. Cemilan khas kota Palembang, Sumatera Selatan

Kompas.com
Kerupuk kemplang 

SERAMBIUMMAH.COM,PALEMBANG - Kerupuk kemplang mungkin sudah tak asing lagi di telinga para penikmat kuliner. Cemilan khas kota Palembang, Sumatera Selatan, itu kini terus dikembangkan dengan ragam inovasi.

Salah satu pengembang inovasi itu adalah Zulfa Kartika atau biasa disapa Ce Eva dari binaan Badan Penelitian, Pengembangan, Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Provinsi Sumatera Selatan. Bersama suami seorang guru SMA, M Yunus, Eva berinovasi atas usaha turun temurunnya itu.

"Tahun 1990 mulai usaha sendiri. Lalu tahun 2011 ketemu sama teman sekolah (Ibu Vina) orang Balitbangnov," ucap Eva saat dikunjungi di tempat usahanya.

Eva menuturkan, usaha ini sebelumnya telah dirintis oleh orangtuanya. Awalnya, ia menjual mentah kerupuk itu. Berkembangnya pasokan ikan pun mengubahnya menjual dalam bentuk siap makan.

Kemudian, ia dan suami meneruskannya dengan mencari inovasi lain baik dari segi rasa maupun packaging-nya. Pada tahun 2004, ia diajak mengikuti pameran semacam usaha kecil menengah oleh PT Pupuk Sriwijaya (Pusri). Semenjak itu, ia memfokuskan diri untuk melakoni usaha yang berlokasi di Jalan KHA Azhari Lr Anten-anten No 575, Ulu Laut, Palembang, Sumatera Selatan tersebut.

Di bawah Balitbangnovda inilah ia mencoba membuat kerupuk kemplang dari sayuran yakni wortel dan seledri. Pembentukan kemplang dari sayuran ini didapatnya saat mengikuti pelatihan perindustrian balitbangnovda selama seminggu. Setidaknya, bergabung dalam binaan itu usahanya meningkat lebih kurang 30 persen.

"Ya, cukup berbeda dengan sebelumnya. Balitbangnov mengajak buat kerupuk dengan rasa baru," ucap dia.

Toko Hj Eva Yunus itu buka 24 jam setiap harinya. Dengan harga jual kerupuk Rp 55.000 per kg untuk kerupuk mentah dan Rp 70.000 per kg untuk kerupuk siap makan.

Dalam sehari, ia dapat memperoduksi 50-60 kg kerupuk dengan pendapatan 1,5 hingga 2 juta rupiah per harinya. Sedangkan bila dihitung bersih setiap bulannya ia dapat meraih Rp 5-10 juta dengan omzet Rp 40-50 juta per bulan.

Berita Populer
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved