Breaking News:

Kerupuk Kemplang Miliki Aneka Rasa

Dengan dibantu 15 orang pekerjanya, ia kini memiliki varian rasa dari original, bombay, wortel, seledri dengan 14 jenis kerupuk

Kompas.com
Kerupuk kemplang 

SERAMBIUMMAH.COM,PALEMBANG - Dengan dibantu 15 orang pekerjanya, ia kini memiliki varian rasa dari original, bombay, wortel, seledri dengan 14 jenis kerupuk seperti batok, bulat, sangku, kuncit, pisang atau kipas, serta anggur. Ia pun pernah mencoba inovasi dengan tepung semacam barbeque dan jagung bakar. Namun, minat konsumen justru lebih ke sayuran.

"Dalam pembuatannya, sayur tersebut diparut menggunakan parutan keju. Lalu ditambahkan dengan air secukupnya. Karena sayur berair jadi dikit aja airnya," tutur dia.

Kendala dari pembuatan kerupuk ini adalah terik panas matahari. Apabila matahari memancarkan panas besar tentu akan lebih cepat matang. Penjemuran tersebut berlangsung selama dua sampai tiga hari. Namun, bila menggunakan gas, pengeringan membutuhkan waktu satu hari untuk matang dengan hasil kurang maksimal.

"Dipotong setelah sejam. Dijemur 2 hari. Terus ada pula yang dijemur lebih kurang 5 jam baru goreng," tambah suaminya, Yunus.

Wanita kelahiran 26 Oktober 1967 tersebut ternyata banyak diminta mengirimkan kerupuk kemplang ke luar negeri seperti Malaysia. Ia pun pernah mencoba mengirimnya, namun mahalnya ongkos kirim dan sempat hancurnya kerupuk saat pengiriman membuatnya menhentikan penjualan ke luar negeri.

"Pernah sosialisasi ngirim dipulangi karena kekurangannya itu mahal ongkos kirimnya," tambah dia.

Selain menjual kerupuk kemplang, ia pun menjual pempek dari berbagai jenis. Kudapan yang dilengkapi dengan cuka hitam itu hanya dijual ketika ada konsumen yang memesan. Berkat kerja kerasnya selama ini, usaha serupa didirikan oleh pegawainya. Bahkan, beberapa mantan pegawainya kini meneruskan usaha di bidang yang sam dengannya.

"Setelah kami banyak keluarkan, nurut mereka jual lagi. Tidak merasa saingan kan kita punya langganan masing-masing," kata dia.

Berita Populer
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved