Breaking News:

Pengelolaan Dana Haji di Bank Syariah Memungkinkan

Sekretaris Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Hendro Wibowo mengatakan, pengelolaan keuangan haji oleh perbankan syariah sangat memungkinkan

serambiummah.com/syaiful akhyar
Jemaah calon haji kloter 5 Kalsel berasal dari Batola dan Banjarbaru diberangkatkan Senin (22/9/2014) 

SERAMBIUMMAH.COM,BANDUNG - Sekretaris Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Hendro Wibowo mengatakan, pengelolaan keuangan haji oleh perbankan syariah sangat memungkinkan. Karena secara sistem saat ini bank konvensional sebagai bank induk mayoritas bank syariah telah menggunakan sistem office channeling. Dengan sistem ini akan mempermudah.

Meski diakui jaringan perbankan syariah secara langsung tidak sebanyak bank konvensional, namun dengan adanya kebijakan office channeling kendala tersebut tidak jadi persoalan.

"Pengelolaan keuangan haji oleh perbankan syariah memungkinkan, meski memang prosentasenya mungkin tidak bisa 100 persen," katanya.

Menurutnya, pengelolaan dana haji jika dihitung-hitung bisa mencapai sekitar Rp 8 triliun per tahun dengan asumsi dana haji per orang Rp 40 juta dari sekitar 200 ribu jamaah setiap tahunnya. Dengan jumlah tersebut, bila dikelola walau hanya 50% saja, nilai tersebut bisa mendongkrak pertumbuhan perbankan syariah.

"Pengelolaan dana haji oleh perbankan syariah akan mendongkrak market sharenya," katanya.

Ia menambahkan, saat ini aset total perbankan syariah di Indonesia mencapai sekitar Rp 250 triliun. Angka tersebut hanya 5% dari market share dari perbankan secara keseluruhan.

"Jumlah ini kecil kalau melihat saat ini antusiasme cukup tinggi dari masyarakat  terhadap perbankan syariah?," katanya.

Berita Populer
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved