Breaking News:

Aturan Uang Muka Pembiayaan Syariah Akan Direvisi

Pertumbuhan pembiayaan syariah di perusahaan pembiayaan bergerak lambat.

tribunnews.com

SERAMBIUMMAH.COM, JAKARTA - Pertumbuhan pembiayaan syariah di perusahaan pembiayaan bergerak lambat. Supaya tidak seret, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mengkaji ulang peraturan loan to value (LTV) alias uang muka dalam bisnis pembiayaan syariah.

Dumoly F. Pardede, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (INKB) OJK mengatakan bahwa peraturan LTV berimbas terhadap perlambatan pertumbuhan penyaluran pembiayaan syariah di Indonesia. "Peraturannya masih dikaji. Kami hendak mengajukan besaran down payment (DP) yang minim supaya pembiayaan syariah berkembang," ujar Dumoly tanpa menyebut usulan besaran uang muka.

Sekadar informasi, uang muka pembiayaan kendaraan bermotor syariah untuk kendaraan roda dua dipatok minimal 25%. Sedangkan, untuk pembelian kendaraan roda empat, nasabah harus menyetorkan uang muka antara 20% hingga 30%.

Menurut Dumoly, pembiayaan syariah tidak perlu menerapkan lagi loan to value karena sifat pembiayaan ini adalah berbagi hasil. Dengan mekanisme tersebut, Dumoly beranggapan, seharusnya konsumen sudah tidak lagi perlu membayar uang muka ketika membutuhkan pembiayaan syariah.

Berita Populer
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved