Breaking News:

Meski Sunah, Petugas Tetap Layani Jemaah Tarwiyah

Ketua PPIH, Ahmad Jauhari, mengatakan pihaknya mewajibkan kepada jamaah yang ikut tarwiyah untuk membawa perbekalan.

Tribun Kaltim/Kholish Chered
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kemeja putih) memantau persiapan tenda jemaah haji menjelang puncak haji di Arafah yang jatuh 3 Oktober, Selasa (30/9/2014). 

SERAMBIUMMAH.COM,MAKKAH - Ketua PPIH, Ahmad Jauhari, mengatakan pihaknya mewajibkan kepada jamaah yang ikut tarwiyah untuk membawa perbekalan. Pasalnya tanggal 8 Dzulhijjah belum ada layanan catering di Mina.

"Kami akan tetap memberikan pelayanan untuk aktivitas tarwiyah, meskipun dalam standar minimal. Karena tanggal 8 Dzulhijjah belum ada catering. Layanan kesehatan pun dalam jumlah terbatas. Karena itu, jamaah wajib membawa perbekalan, minimal untuk makan masing-masing," katanya.

Peserta tarwiyah tetap mendapatkan pelayanan dari pihak muassasah dan maktab. Tentunya setelah melalui koordinasi sebelum keberangkatan ke Mina. Pihak maktab telah menyediakan bus untuk keberangkatan.

Nantinya peserta tarwiyah akan membuat pernyataan berpisah sementara dengan jamaah reguler Indonesia. Mereka baru akan bersama-sama kembali di Arafah saat wukuf.

Kepada pihak muassasah dan maktab, PPIH akan meminta peserta tarwiyah digabungkan di satu tempat untuk sementara waktu.

"Saat tarwiyah tendanya menggabung saja. Nanti waktu mabit setelah melontar jamarat aqabah baru disesuaikan dengan kloter masing-masing," katanya.

Kepada peserta tarwiyah, Jauhari mengingatkan agar menjaga kesehatan, karena lebih awal berangkat dibanding jamaah reguler.

Berita Populer
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved