Pernikahan ala Siti Nurbayah

Pensyariatan nikah dari hadits adalah berupa perkataan, perbuatan dan persetujuan nabi. Adapun ijma, maka kaum muslimin sepakat

Pernikahan ala Siti Nurbayah

 Dan hadits-hadits yang semakna dengan hal tersebut sangat banyak. Dari hadits di atas, terlihat demikian besar perhatiaan Islam terhadap pernikahan, karena dengan pernikahan akan muncul manfaat yang sangat besar, baik untuk kedua pasangan tersebut, anak-anaknya, masyarakat dan agama, serta kebaikan-kebaikan yang lainnya.

Di antara manfaat pernikahan adalah:

    Terjaganya kemaluan lelaki dan perempuan dan akan menundukkan pandangan keduanya dari melihat apa yang tidak halal dan menjaga diri dari istimta’ (berlezat-lezat) dengan sesuatu yang haram. Istri dapat membentengi kemaluan suami dan sebaliknya sehingga terhindar dari perzinaan.
    Menjaga kelestarian umat manusia di muka bumi karena dengan menikah akan lahir generasi-generasi penerus bagi pendahulunya.
    Akan mendapat pertolongan Allah.
    Mendapatkan pahala yang tidak didapatkan oleh orang yang belum menikah.
    Memperbanyak jumlah kaum muslimin dengan keturunan yang lahir dalam pernikahan, sehingga menambah hamba-hamba Allah ta’ala yang beriman, dan dapat terwujud keinginan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membanggakan akan banyaknya umat beliau di hadapan umat lain. Begitu juga dengan banyaknya kaum muslimin, akan terwujud sikap saling tolong-menolong dalam aktivitas dunia
    Menjaga nasab, menjaga kekerabatan dan hubungan rahim.
    Pernikahan akan menumbuhkan kedekatan hati, cinta dan kasih sayang di antara suami istri.
    Dengan terjalinnya hubungan pernikahan, akan berkumpul dua insan untuk bersama membina rumah tangga dan keluarga, dimana keluarga merupakan inti tegaknya masyarakat dan kebaikan bagi masyarakat. ( Taisiirul ‘Alaam Syarhu ‘Umdatil Ahkaam, Syaikh Abdurrahman Alu Bassam).

Perjodohan Ala Siti Nurbaya

Perjodohan ala Siti Nurbaya merupakan cerita yang telah melegenda tentang tradisi kawin paksa atau pernikahan yang dijodohkan. Siti Nurbaya telah jatuh hati kepada seorang pemuda yang merupakan teman akrabnya sejak kecil. Siti Nurbaya adalah seorang gadis berparas cantik, begitu pun dengan pemuda tersebut. Suatu ketika pemuda tersebut menyampaikan kepada ayah Siti Nurbaya untuk menikahi anaknya. Namun karena suatu urusan yang sangat mendesak, pemuda tersebut terpaksa meninggalkan Siti Nurbaya ke luar kota. Mereka berdua saling berkirim surat untuk melepas rindu.

Suatu hari datanglah Datuk Maringgi ke rumah ayahnya untuk menagih utang yang selama ini belum juga terlunasi. Ketika itu Datuk melihat Siti Nurbaya dan langsung kagum dengan parasnya yang cantik jelita. Sang datuk menawarkan kepada ayah Siti bahwa utang-utangnya akan berstatus lunas dengan syarat dia menikahi Siti Nurbaya. Sang ayah pun setuju dengan tawaran tersebut. Siti Nurbaya akhirnya dinikahkan paksa dengan Datuk Maringgi tersebab pelunasan utang ayahnya. Perlu diketahui bahwa anggapan sebagian orang bahwa perjodohan ala Siti Nurbaya adalah tradisi atau adat pada saat itu adalah kurang tepat.

Pernikahan Sesuai Syariat Islam

Pencarian jodoh dalam Islam bukanlah “membeli kucing dalam karung” sebagaimana sering dituduhkan. Namun justru diliputi oleh perkara yang sarat akan adab tentangnya. Bukan “coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana slogan pacaran kawula muda di masa sekarang. Islam telah memberikan aturan yang jelas tentang tata cara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih.

Islam telah menjelaskan mengenai syarat sah sebuah pernikahan, diantaranya:

    Diketahui calon pengantin dengan jelas, dengan menyebutkan namanya atau sifatnya yang khusus atau Sehingga tidak cukup bila seorang wali hanya mengatakan, “Aku nikahkan engkau dengan putriku”, sementara ia memiliki beberapa orang putri.
    Adanya keridhaan dari masing-masing calon pengantin kepada yang lain.
    Adanya wali nikah. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Halaman
1234
Tags
hal jodoh
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved