Breaking News:

Tawaran Membuka Konter Mini Puding Prancis

Bisnis makanan atau hidangan penutup (dessert) khas negara asing terus menjamur. Salah satunya dessert khas Prancis.

Editor: Edinayanti
kontan.co.id
puding jele 

SERAMBIUMMAH.COM - Bisnis makanan atau hidangan penutup (dessert) khas negara asing  terus menjamur. Salah satunya dessert khas Prancis. Dari sekian banyak dessert yang biasa disajikan oleh orang Prancis, puding termasuk salah satu yang populer.

Beda dengan puding ala Indonesia, puding khas Prancis banyak mengandung susu rendah lemak alias low fat. Nah, salah satu pengusaha kuliner lokal yang memopulerkan puding prancis ini adalah Ayline Christianto yang mengusung brand JeLe Pudding di Solo, Jawa Tengah.

Nama JeLe sendiri diambil dari bahasa Prancis 'Gelee' yang berarti jeli. Berdiri awal 2014, JeLe resmi menawarkan kemitraan Juli lalu. Saat ini, gerai JeLe sudah ada lima di Solo dan Yogyakarta. "Semua gerai masih milik sendiri," kata Discha Hartono, staf marketing JeLe.

JeLe menyajikan 10 varian rasa puding, yaitu cokelat, bubble gum, mangga, tiramitsu, rum, taro, stroberi, hingga leci. Dari pilihan rasa itu yang paling diminati adalah rasa cokelat dan bubble gum.
Satu cup JeLe dihargai mulai Rp 10.000 untuk rasa reguler dan Rp 11.000 untuk varian low fat. "Kami membidik anak muda, remaja, dan anak-anak. Tapi semuanya bisa menikmati," kata Discha.

Gerai JeLe mengusung konsep konter mini dengan sasaran lokasi di pusat perbelanjaan atau mal. Dalam kemitraan ini, JeLe mematok biaya investasi sebesar Rp 257 juta. Mitra akan mendapat izin nama JeLe selama dua tahun, pelatihan karyawan, modul SOP, survei lokasi, perlengkapan masak, desain outlet, software, dan hardware sistem, perlengkapan promosi, dan 100 cup jeli untuk semua varian rasa.

Jika masa kontrak sudah habis, mitra bisa melanjutkan kerjasama dengan membayar biaya perpanjangan franchise senilai Rp 75 juta. Kerjasama ini juga memungut biaya royalti 5% dari omzet bulanan. Mitra pun wajib membeli cup sealer dan bahan puding dari pusat.
Untuk memulai bisnis ini, mitra harus menyiapkan luas tempat minimal 2,5 meter x 2,5 meter. Dalam satu gerai cukup dilayani empat karyawan. "Untuk karyawan dan lokasi, mitra sendiri yang mencari," jelasnya.

JeLe menargetkan, penjualan dalam sehari 400 cup. Dengan target itu, mitra bisa meraup omzet Rp 120 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya operasional, mitra bisa mendapat laba bersih Rp 40 juta atau 25% dari omzet. "Bisa balik modal dalam delapan bulan," kata Discha.

Utomo Njoto, pengamat waralaba dari FT Consulting, menilai, saat ini memang belum banyak gerai makanan yang khusus yang menjual puding. Kondisi ini memudahkan JeLe untuk memperkenalkan produknya.
Namun, sajian yang ditawarkan JeLe harus memiliki keistimewaan dibanding dengan puding lainnya. Apalagi puding terbilang makanan selingan yang tidak mengenyangkan. "Jadi JeLe harus membuat rasa pudingnya lebih enak dari puding biasa," katanya. Menurut Njoto, karena brand JeLe belum begitu dikenal, target penjualan sebesar 400 cup per hari sulit dipenuhi.           
 

Berita Populer
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved