Breaking News:

Soal Pemisahan Unit Syariah, OJK Minta BPD Bersiap

Siregar Mulya menambahkan, saat ini dari total 22 UUS, sebanyak 15 UUS dimiliki Bank Pembangunan Daerah (BPD)

serambiummah.com/m risman noor
Pelayanan di Bank Kalsel Syariah 

SERAMBIUMMAH.COM,JAKARTA - Deputi Komisioner OJK Bidang Pengawasan Perbankan I, Mulya E. Siregar Mulya menambahkan, saat ini dari total 22 UUS, sebanyak 15 UUS dimiliki Bank Pembangunan Daerah (BPD). Sayangnya, kata Mulya, induk (BPD) yang memiliki UUS itu memiliki permodalan yang kecil, sehingga menjadi sulit untuk segera spin off UUS.

"Kami minta pemerintah daerah untuk menyampaikan road map, apa saja langkahnya. Dari BPD, belum ada road map UUS yang masuk ke OJK," ujar Mulya. Sedangkan, UUS bank swasta, seluruhnya sudah masuk dan kini sedang dikaji OJK.

Mulya mengaku, OJK telah berkomunikasi dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda). Hingga saat ini, Asbanda lebih mempertimbangkan rencana UUS untuk saling bergabung.

"Karena OJK tidak bisa memaksa, maka tentu komunikasinya harus kepada para pemilik, yaitu pemda. Komunikasi dengan pemda akan dilakukan dalam waktu dekat," imbuhnya.

Eko Budiwiyono, Direktur Utama Bank DKI menegaskan pihaknya ingin terlebih dahulu memperkuat modal unit syariahnya. Saat ini Bank DKI baru saja menyuntik modal Rp 500 miliar untuk unit usaha syariah.       

Menurut dia, Bank DKI akan melaksanakan spin off unit usaha syariah, jika asetnya sudah mencapai Rp 5 triliun. Saat ini, aset UUS Bank DKI baru berada sebanyak Rp 2,8 triliun.

Berita Populer
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved