Breaking News:

Malaysia Naikkan Bagi Hasil Obligasi Syariah

Imbal hasil atau sistem bagi hasil obligasi syariah dan pasar swap Malaysia memberikan sinyal kenaikan imbal hasil untuk kedua kalinya

Editor: Edinayanti
dream.co.id
ilustrasi 

SERAMBIUMMAH.COM  - Imbal hasil atau sistem bagi hasil obligasi syariah dan pasar swap Malaysia memberikan sinyal kenaikan imbal hasil untuk kedua kalinya dalam tahun ini. Ini karena adanya perubahan aturan pajak. Kebijakan ini diperkirakan dapat memperburuk tingkat inflasi negara tersebut.

Dalam dua tahun lalu, yield sukuk naik 24 basis poin atau naik 3,49 persen. Yield ini melebihi suku bunga acuan Bank Negara Malaysia. Seperti dikutip dari Bloomberg, Senin, 13 Oktober 2014, Perdana Menteri Najib Razak mengatakan ada beberapa item yang akan terpengaruh aturan pajak barang dan jasa ini.

Bank Sentral Malaysia memperkirakan kebijakan itu dapat memicu peningkatan inflasi. Sementara itu Barclays Plc melihat langkah yang diambil pemerintah untuk obligasi tersebut akan membantu memperbaiki keuangan pemerintah.

"Yield untuk sukuk jangka pendek akan terus diperkuat oleh ekspektasi suku bunga. Makanya investor lebih tertarik membeli utang jangka panjang yang kurang sensitif terhadap suku bunga," ujar Manager Senior Manulife Asset Management Elsie Tham.

Diperkirakan Bank Negara akan meningkatkan suku bunga menjadi 3,25 persen atau 25 basis poin bulan depan. Kenaikan tertinggi telah dilakukan pemerintah pada bulan Juli lalu dimana suku bungan dipatok pada level 3,75 persen atau naik 6 basis poin sejak bank sentral melakukan pengetatan tahun 2011.

Inflasi rata-rata tahun ini diperkirakan 3,2 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun 2013 yang sebesar 2,1 persen. Penjualan obligasi syariah di Malaysia telah naik 92% menjadi 48 miliar ringgit dibanding tahun sebelumnya.

Pemerintah Malaysia menerapkan pajak konsumsi baru guna menurunkan defisit anggaran menjadi 3,5 persen dan mencapai pertumbuhan ekonomi 3,9 persen pada tahun ini. Hal ini karena adanya peningkatan subsidi bahan bakar yang mencapai 10% dari anggaran.

Rencananya, pemerintah akan melakukan penghematan anggaran sebesar 1,5 miliar ringgit pada tahun ini dan 7 miliar ringgit dari penyesuaian harga BBM. Bank Negara akan menaikkan kembali suku bunga hingga 25 basis poin pada kuartal pertama tahun depan. (drc)

Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved