Breaking News:

Jemaah Haji Wafat Melonjak 100 Persen Pascawukuf

Angka kematian jemaah haji Indonesia pascawukuf semakin tinggi. Kenaikannya melebihi 100 persen dibandingkan saat wukuf

Jemaah Haji Wafat Melonjak 100 Persen Pascawukuf
jurnalhaji.com
Jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah.

SERAMBIUMMAH.COM, MAKKAH - Angka kematian jemaah haji Indonesia pascawukuf semakin tinggi. Kenaikannya melebihi 100 persen dibandingkan saat wukuf. Jika sebelum wukuf jemaah yang meninggal tercatat 87 orang, pada Senin (13/10/2014) jemaah meninggal tercatat 181 orang.

Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat, sebanyak 170 jamaah berasal dari kelompok haji reguler. Sedangkan sisanya, 11 jamaah berasal dari haji khusus. Sementara jemaah yang dirawat Jeddah, Madinah dan Makkah, menurun dari 240 menjadi 225 orang.

Sebanyak dua orang jemaah dirawat di Jeddah, empat orang di Madinah dan 219 orang di Makkah. Sebagian besar dari 160 jemaah yang dirawat di Mekkah, mendapat perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), dan sebanyak 59 orang dirawat di RA Arab Saudi.

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Jeddah, dr Lucky Tjahjono, menilai lonjakan kematian jemaah yang tinggi pascaibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina, akibat kelelahan sehingga memicu penyakit lama yang sebelumnya sudah dialami jemaah.

"Karena Armina memang kegiatan fisik yang melelahkan, mulai wukuf, mabit di Muzdalifah, sampai lempar jumrah, sehingga terjadi akumulasi," kata Lucky. Proses recovery jemaah pascawukuf membutuhkan waktu tujuh sampai 10 hari. Jika masa kritis terlewati, kematian jemaah akan melandai.

Sementara jemaah yang dirawat di BPHI Jeddah, menurutnya sekadar transit sebelum jemaah pulang ke tanah air. BPHI Jeddah bertugas mengecek kondisi pasien untuk meyakinkan apakah yang bersangkutan bisa terbang dan ikut dalam kloternya atau tidak.

Proses pemulihan pasien di BPHI Jeddah, kata dia, biasanya antara 12 jam sampai 24 jam karena sebelumnya dari Mekah atau Madinah sudah dicek dokter. Namun untuk menentukan saat terbang jemaah harus rebahan atau duduk diputuskan di BPHI Jeddah.

Berita Populer
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved