Breaking News:

Rekor IPO Terbesar Negeri Arab Terancam Gagal

Rencana bank terbesar Arab Saudi, National Commercial Bank (NCB), untuk naik status menjadi perusahaan terbuka tengah terancam.

Editor: Edinayanti
Arabianbusiness.com
Bursa Saham Dubai 

SERAMBIUMMAH.COM - Rencana bank terbesar Arab Saudi, National Commercial Bank (NCB), untuk naik status menjadi perusahaan terbuka tengah terancam. Bank yang berencana go publik dengan menawarkan saham bernilai US$ 6 miliar atau Rp 73,78 triliun ini di kalangan para ulama setempat.

Para ulama Saudi menilai, IPO terbesar yang pernah terjadi di dunia Arab itu telah melanggar prinsip-prinsip Islam.

"Konflik antara agama dan ekonomi di Saudi menimbulkan citra negatif sejak lama. Namun kali ini masyarakat tidak akan terpengaruh untuk ikut IPO," kata Mazen al-Sudari, Kepala Riset Istithmar Capitalin Riyadh seperti dikutip Arabianbusiness.com, Jumat, 17 Oktober 2014.

Para analis sekuritas mengatakan kontroversi yang muncul ini sepertinya tidak menyurutkan minat investor untuk ikut IPO bank pemerintah Saudi tersebut. Sesuai jadwal proses IPO NCB akan mulai digelar pekan depan.

"NCB berkontribusi sebesar 16 persen pada pengucuran pinjaman dalam negeri dan memiliki kekayaan dalam bentuk aset senilai US$116 miliar dan dalam bentuk deposito senilai US$345 miliar," katanya.

Sayangnya, kontroversi yang muncul ini bisa dianggap mempersulit pengambil keputusan ekonomi di negara tersebut. Padahal, Arab Saudi berencana membuka pasar sahamnya yang senilai US$ 550 miliar untuk pasar asing pada awal tahun depan.

Salah satu anggota Majelis Ulama Arab Saudi, Sheikh Abdullah al-Mutlaq di sebuah tayangan televisi menyatakan masyarakat tidak dibenarkan untuk ikut membeli saham NCB. Alasannya, NCB dianggap banyak menjalankan transaksi yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. "Agama harus berada di atas segalanya," katanya.

Anggota lain, seperti Sheikh Saad al-Khathlan, mengatakan dalam prospektus IPO-nya, NBC memberikan pinjaman dengan bunga yang jelas-jelas dilarang dalam Islam.

Namun tidak semua ulama memiliki pandangan negatif terhadap rencana go publik NCB. Mantan imam Masjid Suci di Mekah, Sheikh Adel al-Kalbani mengatakan di akun Twitter pribadinya, NBC sama dengan Al Rajhi Bank yang menjadi bank Islam besar yang berhasil bermain di pasar saham.

"Kasihan rakyat, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Jika membeli saham NCB, mereka dikatakan tidak punya iman, dan jika tidak membeli disebut tidak punya jiwa patriotik," tulis al-Kalbani.

Menurut chairman NCB, Mansour al-Maiman IPO akan memainkan peran penting dan berpengaruh bagi perekonomian nasional. Di samping itu, IPO juga menaikkan kepercayaan bagi mereka yang melakukan perdagangan di pasar saham Suadi. Karena itu akan membuka banyak peluang investasi bagi warga Saudi. (Ism)

Menurut kepala riset di Al Bilad Investment, Turki Fadaak, NCB adalah bank yang memiliki aset dan deposito terbesar di Saudi sehingga sangat menarik secara ekonomis. "Saya percaya orang-orang akan mendapat return tidak kurang dari 30 persen dari IPO ini."

Ulama Saudi telah mengkritik beberapa bank lain di masa lalu. Namun sentimen agama tidak mencegah perkembangan sektor perbankan yang kuat di Arab Saudi, termasuk beberapa lembaga perbankan yang membayar bunga.

Perkembangan beberapa sektor ekonomi Saudi sulit berkembang karena pertimbangan agama. Kritik dari ulama terkadang menghambat pertumbuhan asuransi kesehatan dan hipotik perumahan. Dan perempuan tidak diizinkan untuk mengemudi sehingga menambah beban biaya pada keluarga dan bisnis. (drc)

Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved