Breaking News:

Meski Ada Komitmen, Daker Tetap Pantau Penempatan di Markaziah

meski Majmuah berkomitmen menempatkan semua jemaah haji gelombang dua di area Markaziah, ia tak ingin menganggap persoalan selesai

Meski Ada Komitmen, Daker Tetap Pantau Penempatan di Markaziah
net
Masjid Nabawi

SERAMBIUMMAH.COM,MAKKAH - Kepala PPIH Daker Madinah, Nasrullah Djasam mengatakan, meski Majmuah berkomitmen menempatkan semua jemaah haji gelombang dua di area Markaziah, ia tak ingin menganggap persoalan selesai. Karena dia belajar dari nasib 17 ribu orang jamaah haji gelombang pertama yang ternyata ditempatkan di area luar Markaziah saat last minute, meski para Majmuah sebelumnya sudah berjanji akan menempatkan jamaah haji gelombang pertam di pemondokan/hotel di area dalam Markaziah.
.
"Kita mengingatkan Majmuah dalam tiga hari sebelum kedatangan jamaah haji, mereka harus mewarnai Bayan Tafwiz (surat keterangan penempatan) menjadi hijau (setuju). Kita tidak ingin di last minute mencari Majmuah baru. Jadi kalau ada Majmuah yang tidak sanggup, langsung kita alihkan karena ada Majmuah yang sanggup," tegas Nasrullah.

Sebelumnya, sebanyak 17 ribu jamaah haji Indonesia gelombang pertama ditempatkan di pemondokan/hotel di luar Markaziah oleh sembilan Majmuah yang wanprestasi. sembilan dari 10 Majmuah wanprestasi tersebut terhadap kontrak penempatan jamaah haji di pemondokan/hotel di area Markaziah.

Kesembilan Majmuah ini adalah Ilyas, Makarim, Sattah, Mubarok, Andalus, Sais Makki, Manazil Mukhtaro, Manazili, dan Mawaddah. Sedangkan Majmuah yang menepati janji adalah Zuhdi. Kemenag RI akhirnya memberikan kompensasi 300 riyal dari hasil denda yang diambil dari para Majmuah wanprestasi kepada 17 ribu jamaah haji tersebut.

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved