Breaking News:

Perbedaan Suhu Drastis Bikin Jemaah Haji Batuk

Dokter di RSUD dr Sutomo itu mengatakan, penyakit saluran pernafasan atas ini memang kerap melanda jemaah.

kemenag.go.id
Jemaah haji sakit 

SERAMBIUMMAH.COM,MAKKAH - Dokter di RSUD dr Sutomo itu mengatakan, penyakit saluran pernafasan atas ini memang kerap melanda jemaah. Pemicunya karena perbedaan suhu yang sangat drastis.

Di Arab Saudi, suhu rata-rata 45 derajat celcius, sehingga udara menjadi kering karena kelembaban yang  tipis dan berdebu.

Perilaku hidup kurang sehat yang dilatarbelakangi kebiasaan dan strata sosial juga ikut menentukan. Dari lebih 150 ribu haji Indonesia, 70 persen belum pernah berhaji dan baru pertama kali naik pesawat.

"Penggunaan masker masih sulit. Padahal sangat penting. Masker harus dibasahi  sedikit, disemprot spray untuk mempersempit partikel masuk," kata Agus.

Selain cuaca panas dan penggunaan masker yang belum jadi budaya, AC di kamar juga jadi masalah. Di Arab Saudi, seluruh ruangan termasuk kamar dilengkapi AC superdingin. Kadang kala jemaah sepuh tubuhnya  kurang bisa menerima paparan AC, sehingga mempengaruhi daya tahan tubuh.

Penyebaran virus ISPA biasanya  lewat udara. Sementara saat musim haji semua orang berkumpul di masjid. Begitu jemaah batuk, virus akan terpapar ke jemaah lain.

Berita Populer
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved