Breaking News:

Jumlah Hotel Menyusut, Urus Pemondokan Haji dari Sekarang

Hal ini dinilai strategi yang tepat menghadapi makin menyusutnya jumlah hotel karena perluasan Masjid Nabawi.

Tribun Kaltim/Kholish Chered
Inilah suasana di kawasan Markaziyah (ring road yang berada di sekitar Masjid Nabawi). Diharapkan pada penempatan jamaah haji gelombang kedua di Madinah, seluruhnya berada di Markaziyah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKKAH - Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, M Jasin, sepakat dengan usulan Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah, Abdul Djamil, untuk menyewa hotel di Madinah dengan sistem blocking time. Hal ini dinilai strategi yang tepat menghadapi makin menyusutnya jumlah hotel karena perluasan Masjid Nabawi.

Pascamusim haji tahun ini, pemerintah Arab Saudi akan merobohkan 50 hotel di sekitar markaziyah, tepatnya di sebelah timur masjid yang bersisian dengan pemakaman Baqi. Beberapa hotel saat ini mulai dirobohkan. Kondisi ini membuat persaingan antar negara memperebutkan hotel di kawasan itu untuk musim haji tahun depan kian sengit.

Irjen M Jasin menyampaikan persetujuannya dalam rapat evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun 1435 Hijriah/2014 di Kantor Urusan Haji Indonesia, Jeddah, yang berlangsung hingga dini hari, Minggu 19 Oktober 2014. Demikian dilaporkan tim Media Center Haji Jeddah.

Menurut Jasin, dalam rapat itu Inspektorat Jenderal menyampaikan hasil pemantauan yang isinya berupa sejumlah rekomendasi. Rekomendasi itu dibagi dua, yang bersifat utama dan bersifat umum. Meski begitu kedua rekomendasi ini harus segera dilaksanakan sebagai persiapan musim haji tahun depan.

"Di situ (rekomendasi) lengkap dengan fakta yang ada, akibat, serta rekomendasi, dan jangka waktu pelaksanaan," kata dia.

Berita Populer
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved