Breaking News:

KPHI Sarankan Madinatul Hujjaj Difungsikan Kembali

Komisi Pengawasan Haji Indonesia (KPHI) menyarankan penggunaan kembali bangunan Madinatul Hujjaj (asrama transit) di Jeddah

KPHI Sarankan Madinatul Hujjaj Difungsikan Kembali
Heri Ruslan/Republika
Pemondokan jamaah haji di Sektor VI wilayah Jarwal berjarak 1.000 meter dari Masjidil Haram.

SERAMBIUMMAH.COM, JEDDAH - Komisi Pengawasan Haji Indonesia (KPHI) menyarankan penggunaan kembali bangunan Madinatul Hujjaj (asrama transit) di Jeddah, Arab Saudi. Tujuannya, bangunan tersebut sangat representatif dalam pelayanan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.

"Karena bangunan ini (Madinatul Hujjaj) terintegrasi (terpadu). Ada pemondokan, balai pengobatan (Balai Pengobatan Haji Indonesia/BPHI), ruang kargo maskapai, bisa untuk administrasi dan sebagainya," ujar  Ketua KPHI Slamet Effendy Yusuf bersama rombongan saat melakukan sidak ke ruangan sektor dan kantor Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Jeddah di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Saat rombongan KPHI meninjau, mereka didampingi Wakil Ketua PPIH Indonesia di Arab Saudi, Arsyad Hidayat dan Kepala PPIH Daerah Kerja (Daker) Jeddah, Ahmad Abdullah Yunus. Di samping urusan di atas, keberadaan Madinatul Hujjaj dinilai efisien dalam hal waktu bila jadwal penerbangan maskapai penerbangan terjadi keterlambatan.

Sehingga, kata Kiai Slamet, jamaah tak dibuat bingung kalau harus bolak-balik dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, ke Madinatul Hujajj. Jamaah bisa istirahat di gedung ini bila masih ada informasi yang tertunda.Meski dinilai representatif dalam pelayanan jamaah haji, namun Kiai Slamet menyadari jika kondisi bangunan ini sudah tidak layak, karena berusia tua dan kontruksi bangunan sudah rapuh. (rol)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved