Mendikbud: Pacaran Tidak Bisa Dilarang 100 Persen

istilah pacaran sudah terlanjur melekat di masyarakat termasuk siswa. Oleh karena itu, tidak bisa pacaran pada siswa dilarang

Mendikbud: Pacaran Tidak Bisa Dilarang 100 Persen

SERAMBI UMMAH.COM – Beberapa waktu ini ramai diperbincangkan tentang materi pacaran sehat yang disisipkan dalam buku pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk kelas XI Kurikulum 2013. Hal ini tentu saja menuai kontra terutama dari umat Islam yang memahami tentang keharaman aktifitas pacaran itu sendiri.

Namun, kabar tidak menyenangkan justru datang dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, melalui tanggapannya yang mengatakan bahwa istilah pacaran sudah terlanjur melekat di masyarakat termasuk siswa. Oleh karena itu, tidak bisa pacaran pada siswa dilarang dan dicegah 100 persen. Menurutnya yang bisa dilakukan hanya memberikan petunjuk agar tidak melakukan pelanggaran atau melakukan perbuatan yang dilarang.

“Makanya cara yang dilakukan adalah mengamankan realitas sosial pacaran yang terjadi pada siswa. Pacaran ini  hakikatnya saling mengenal namun faktanya malah ada yang  sampai melakukan hal macam-macam yang melanggar etika,” ujar Nuh seperti dilansir republika.co.id, Selasa (14/10).

Menurut Nuh, buku pendidikan yang memagari pacaran agar tidak kebablasan atau berlebihan memang dibutuhkan. Bagaimana pacaran sehat yakni  sehat secara emosi, sehat fisik, tidak melakukan hal-hal yang beresiko tinggi yang melanggar aturan sosial dan agama.

“Masak orang tidak boleh kenalan? Ini tidak bisa dilarang 100 persen, makanya yang terpenting ada rambu-rambu yang mengaturnya,” kata Nuh.

Pernyataan Mohammad Nuh ini tentu saja bertentangan dengan aturan Islam. Islam dengan jelas telah melarang pacaran sebagai aktifitas yang dapat mendekatkan pelakunya dengan perzinaan. Islam juga telah jelas mengatur bagaimana hubungan antara laki-laki dan perempuan yaitu terpisah satu sama lain. (arc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved