Breaking News:

BI Akan Jadikan Jawa Timur ‘Pilot Project’ Ekonomi Syariah

agar realisasi pengembangan sistem ekonomi syariah perbankan di Jatim berjalan dengan cepat, BI akan bekerja sama dengan Pondok Pesantren

Editor: Halmien
BI Akan Jadikan Jawa Timur ‘Pilot Project’ Ekonomi Syariah

SERAMBI UMMAH.COM – Bank Indonesia (BI) akan menjadikan Provinsi Jatim sebagai pilot project atau tempat uji coba pengembangan sistem ekonomi syariah di perbankan.

“Tahun depan (2015), Bank Indonesia sepakat mulai melakukan uji coba sistem baru di perbankan tersebut,” tegas Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam acara istighotsah, di Halaman Tugu Pahlawan Surabaya, Ahad (19/10/2014).

Menurut Pakde Karwo, panggilan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, agar realisasi pengembangan sistem ekonomi syariah perbankan di Jatim berjalan dengan cepat, BI akan bekerja sama dengan Pondok Pesantren (Ponpes) dan sejumlah komunitas pengajian.

Kerjasama ini dinilai penting sebagai upaya membentengi rakusnya kapitalisme dari luar.

“Sistem syariah yang baik itu akan membangun kejujuran. Ini sangat penting agar masyarakat tidak terbawa arus sistem kapitalis,” tandasnya, dikutip Tribunnews.

Selain itu, untuk mengembangkan perekonomian masyarakat, mulai tahun 2015 Pemprov Jatim akan memberikan bantuan lima ribu paket hibah usaha kepada kelompok pengajian untuk mengembangkan perekonomiannya.

Melalui cara itu, ke depan fungsi masjid selain untuk berdoa, beribadah dan syair agama, juga untuk kegiatan lain, seperti mencegah penyakit demam berdarah saat musim penghujan, mengurangi jentik nyamuk, dan berbagai kegiatan positif lain yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Mari kita bertahan dari godaan yang luar biasa. Pertama dari sistem liberal, karena kalau Jatim jebol, maka seluruh Indonesia Bagian Timur akan ikut jebol. Karena hampir semua kebutuhan di Kalimantan sampai Papua berasal dari Jatim,” imbuhnya.

Peran sentral Jatim bagi masyarakat di wilayah Indonesia bagian Timur, lanjut Pakde Karwo, terlihat dari lalu lintas barang yang keluar dari Jatim pada tahun 2013 lalu, yang nilainya mencapai Rp 975 Triliun. Sementara tahun ini diperkirakan naik menjadi Rp 1.200 Triliun.

“Kalau ekonomi syariah dikembangkan, bukan hanya mencukupi Jatim. Saya yakin syiarnya akan sampai ke Indonesia Bagian Timur. Ini kan luar biasa,” kata Pakde Karwo. (hc)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved