Breaking News:

Muslim Dunia Perlu Kembangkan Revolusi Keuangan Syariah

Muslim di dunia perlu mengembangan metode yang revolusioner di bidang keuangan Islam

Editor: Edinayanti
net
ilustrasi 

SERAMBIUMMAH.COM - Muslim di dunia perlu mengembangan metode yang revolusioner di bidang keuangan Islam untuk memberikan kesempatan para pengusaha dan pemodal berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini disampaikan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak seperti dikutip dari Bernama, Rabu 22 Oktober 2014.

Najib melihat negara-negara Islam telah membuat kemajuan yang luar biasa dalam meningkatkan ekonomi global. Ini terbukti dari total Produk Domestik Bruto (PDB) negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang naik menjadi US$ 9,4 triliun pada tahun 2012 dari sebelumnya US$ 7,5 triliun.

Angka ini, lanjut Najib, menunjukkan potensi negara muslim yang tidak terbatas.

"Muslim di dunia melalui organisasi seperti Association of National Development Finance Institutions in Member Countries of the Islamic Development Bank (ADFIMI) harus menekankan bahwa negara Islam bisa menjadi penentu kemakmuran dunia. Potensi ini sangat besar jika diatur dengan baik," ujarnya.

Najib mengatakan Malaysia sebagai pelopor keuangan Islam harus bisa memainkan peranan dalam pembangunan sektor ini di masa depan.

"Sepuluh tahun lalu, Malaysia mengeluarkan sukuk global. Hari ini, pasar keuangan Islam nilainya US$ 1,2 triliun, jumlah ini diperkirakan meningkat hingga US$ 2,6 triliun pada tahun 2017," ujarnya.

Perbankan syariah kini berkembang 50% lebih cepat dibandingkan perbankan konvensional. Untuk itu diharapkan Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai sektor yang juga tumbuh cepat dapat membuat terobosan dalam industri syariah ini.

Najib menyebutkan masih ada beberapa masalah yang harus diperbaiki dalam industri ini seperti hambatan regulasi, kurangnya pendidikan konsumen, dan kebijakan yang mendukung.

Di Malaysia, pemerintah bertujuan meningkatkan kontribusi UKM dalam pertumbuhan makro ekonomi menjadi 41% dari PDB pada tahun 2020 mendatang.

"Ini target yang tinggi, tapi saya yakin ini bisa dicapai," tegasnya.

Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved