Breaking News:

Peluang Manis Bisnis Minuman Cokelat

Siapa yang tak suka dengan cokelat? Hampir sebagian besar orang menyukai hasil olahan dari biji kakao ini

Editor: Edinayanti
kontan.co.id
peluang minuman cokelat 

SERAMBIUMMAH.COM - Siapa yang tak suka dengan cokelat? Hampir sebagian besar orang menyukai hasil olahan dari biji kakao ini, baik dalam bentuk makanan maupun minuman. Tak heran, bila jajanan cokelat ini bertebaran.  

Salah satu pemainnya adalah Choco Neni di Kendal, Jawa Tengah. Choco Neni menawarkan aneka minuman cokelat dan kopi. Total ada 10 varian rasa. "Seluruh varian produk minuman cokelat terbuat dari bahan dasar cokelat dan kopi berkualitas dengan harga terjangkau," kata Devid Agus Hartato, bagian pemasaran Choco Neni.

Dalam kemitraan ini, Choco Neni menawarkan paket seharga Rp 5 juta. Paket ini sudah termasuk booth, blender, peralatan, dan bahan baku produk untuk semua varian dengan kapasitas 100 cup. Kemitraan ini tidak mengenakan biaya franchise dan royalti. Namun, sewa lokasi dan tenaga kerja menjadi tanggung jawab mitra usaha.

Selain itu, mitra juga harus membeli bahan baku dari pusat. Bahan baku ini dihargai Rp 2.500 per cup. Menurut Devid, pusat merekomendasikan harga jual ke konsumen sebesar Rp 5.000 per cup. Namun, mitra masih dibolehkan menaikkan harga lebih dari itu.  Ia menargetkan, mitra bisa menjual minimal 50 cup dalam sehari.

Dengan asumsi harga Rp 5.000 per gelas, maka dalam sebulan, mitra dapat mengantongi omzet penjualan sebesar Rp 7,5 juta. Jika memperhitungkan biaya operasional yang mencakup pengeluaran bahan baku, sewa tempat, dan gaji karyawan, mitra dapat memperoleh keuntungan sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta dalam sebulan.

Dengan laba sebesar itu, mitra bisa balik modal dalam waktu sekitar 2,3 bulan sejak memulai usaha. Target itu bisa tercapai selama lokasi berjualan strategis. Bisa di depan minimarket, kantin sekolah atau di food court. "Lokasi ini sangat menentukan," katanya.

Hingga saat ini, Choco Neni telah memiliki 15 gerai. Sebanyak 13 gerai di antaranya milik mitra usaha dan dua gerai milik pusat. Devid optimistis bisnisnya ini masih akan terus tumbuh karena minuman cokelat banyak penggemarnya. Devid menargetkan, sampai akhir tahun ini ini bisa menambah hingga  50 mitra usaha baru.
 

Berita Populer
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved