Breaking News:

Negara Kepulauan Kecil Ini Turut Kembangkan Keuangan Islam

Para pemodal di Republik Cyprus ingin mendirikan pusat keuangan Islam guna memacu perekonomian yang dalam 3

Editor: Edinayanti
net
ilustrasi 

SERAMBIUMMAH.COM - Para pemodal di Republik Cyprus ingin mendirikan pusat keuangan Islam guna memacu perekonomian yang dalam 3 tahun terakhir tidak menunjukkan pertumbuhan. Demikian ditulis  ekathimerini.com, Kamis, 23 Oktober 2014.

The Cyprus Investment Funds Association (CIFSA) meminta pemerintah untuk menerbitkan sukuk atau obligasi syariah guna menarik investasi dari Timur Tengah. Hal ini disampaikan Presiden CIFSA Angelos Gregoriades.

Bursa Efek Cyprus (CSE) ingin mendorong pencatatan obligasi syariah melihat besarnya potensi dalam sistem ini mengingat Cyprus mampu menjadi pintu gerbang ke Uni Eropa bagi investor Muslim.

Pulau yang terdiri dari sekurangnya 18% penduduk Muslim ini diminta pihak Uni Eropa untuk mengatasi rasio kredit yang buruk yang mencapai 45% sehingga terpaksa di-bailout Dana Moneter Internasional (IMF) pada Maret lalu.

Untuk itu, Cyprus akan mengikuti jejak negara non-Muslim lain yang juga menjual sukuk seperti Inggris. Dengan banyaknya negara yang mengembangkan industri keuangan Islam, maka secara global, Ernst& Young memperkirakan industri ini akan memiliki aset mencapai US$ 3,4 triliun pada tahun 2018.

"Keuangan Islam dianggap sebagai sumber alternatif yang kredibel dan tahan terhadap krisis. Tujuan CSE untuk mengembangkan produk baru di pasat adalah membantu Cyprus mengatasi situasi ekonomi yang saat ini sulit dan penuh tantangan," ujar pihak bursa.

Meski negara kecil, tetapi Cyprus merupakan negara yang masih bergejolak. Ketika masih merupakan jajahan Britania Raya, Cyprus akan diberikan kepada Yunani. Tetapi minoritas Turki menolak. Akhirnya kompromi disepakati dan pada tahun 1959 maka didirikan negara Cyprus merdeka.

Namun, kedua belah pihak tidak puas dan akhirnya pada tahun 1974 sebuah kelompok yang menginginkan persatuan dengan Yunani mengadakan kudeta yang dibalas dengan invasi Turki. Semenjak itu Turki menduduki wilayah utara.

Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved