Breaking News:

Kartu Kredit `Syariah` Sulit Dijual

BNI Syariah mengaku kesulitan untuk meningkatkan kepemilikan kartu kredit Hasanah Card tahun depan.

Editor: Edinayanti
dream.co.id
kartu kredit 

SERAMBIUMMAH.COM  - BNI Syariah mengaku kesulitan untuk meningkatkan kepemilikan kartu kredit Hasanah Card tahun depan. Hal ini disebabkan adanya aturan pembatasan kepemilikan kartu kredit yang dikeluarkan Bank Indonesia sesuai Peraturan Bank Indonesia No.14./2/PBI/2012, yang akan diimplementasikan pada 31 Desember 2014, atau menjelang 2015.

"Hasanah saat ini 212 ribu rekening. Jauh di bawah target tahun ini sebanyak 250 ribu. Untuk kredit, tahun 2015 cukup berat karena aturan BI mengenai pembatasan kartu," ungkap Direktur Bisnis BNI Syariah Imam Teguh Saptono, Jakarta.

Sebagai upaya ekspansi bisnis, BNI Syariah akan mengeluarkan produk baru berupa Travelling Card. Menurut Imam, fasilitas kartu ini diberikan untuk perjalanan bisnis dan pendidikan.

"Jadi yang masuk dalam fasilitas kartu lebih ke education trip dan business trip, education program homestay, kalau business seperti usaha di bidang desain atau fashion," jelasnya.

Selain itu, lanjut Imam, BNI Syariah juga akan meningkatkan pembiayaan untuk sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan target pembiayaan naik dari Rp 1,023 triliun per September 2014 menjadi sekitar Rp 1,3 triliun pada tahun depan dengan penambahan 10 unit baru di sekitar Sulawesi Barat.

Jumlah itu menambah 97 outlet mikro yang kini tersebar dari Sumatera, Maluku Utara, Bima, Palopo, Morotai dan Baubau.

"Ke depannya kita buka lagi 10 unit, ini terkait regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," tandasnya. (drc)

Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved