Breaking News:

Empat Desainer Busana Muslimah di Panggung JFW

Pekan mode terbesar di Asia Tenggara, Jakarta Fashion Week 2015 telah resmi dibuka, kemarin Sabtu, 1 November 2014.

Editor: Edinayanti
dream.co.id
Empat Desainer Busana Muslimah di Panggung JFW 

SERAMBIUMMAH.COM  - Pekan mode terbesar di Asia Tenggara, Jakarta Fashion Week 2015 telah resmi dibuka, kemarin Sabtu, 1 November 2014. Di hari pertama deretan nama desainer ternama unjuk gigi di dua tempat yang disediakan pantia yakni fashin tent yang berada di dalam kubus persegi panjang di pelataran mall Senayan City dan fashion atrium yang berada di dalam mall.

Desainer-desainer busana muslimah seperti Etu by Restu Anggraeni, Norma Hauri by Norma Moi, Dian Pelangi dan Nurzahra menjadi pembuka acara pagelaran busana yang diselenggarakan mulai dari 1 hingga 7 November 2014 ini.

"Kami sengaja menghadirkan busana muslimah di hari pertama karena mereka memiliki nilai tersendiri dan bisa dibilang pembuka yang cukup bisa menarik para pecinta fesyen untuk datang ke acara ini. Banyak lagi desainer terbaik kami di hari pertama," ujar Director Creative, Diaz Persada.

Keempat desainer tersebut menghadirkan karya-karya terbaik mereka dalam satu fashion show. "Kami berempat berada di satu panggung yang sama dengan koleksi terbaik dari masing-masing. Rasanyas selaras sekali dengan karakter masing-masing. Karena kami tergabung dalam program Indonesia Fashion Forward bentukan JFW namun beda generasi. Kami merasa senang," kata Norma.

Antusias para pecinta fesyen pun sangatlah tinggi terlihat dari antrian pintu masuk fashion tent yang cukup panjang. Berbagai profesi rela menyempatkan waktu di akhir pekannya untuk melihat koleksin desainer favoritnya.

"Tidak apa menunggu lama tadi saya banyak melihat ada fashion blogger, dokter, artis ikut antri. Saya rasa ini dilakukan demi melihat koleksi terbaru dan yang akan menjadi tren di tahun depan dari desainer kesayangan. Saya melihat desainer busana muslimah Indonesia mengalami perkembangan yang begitu baik sehingga koleksi mereka ya hampir sama dengan desainer luar negeri,' ujar Nina karyawati di salah satu perusahaan swasta yang sengaja ingin melihat rancangan Etu.

Sekitar 30 menit keempat desainer tersebut menunjukan koleksi terbaru yang dibawakan sekitar 48 model yang berjalan cantik menyesuaikan alunan musik. Etu by Restu Anggraeni menampilkan koleksi anyaman yang terinspirasi dari kipas pedagang sate dengan warna dominan putih, Norma Moi hadir dengan koleksi yang terinspirasi dari bangsawan Eropa dengan warna yang cukup beragam mulai dari merah, putih dan tak lupa padanan payet bewarna emas.

Kemudian dilanjut dengan Dian Pelangi membawakan karya yang diberi tema Miss Palembang in New York, Dian konsisten dengan tenun yang padankan dengan bahan beludru untuk rok ataupun hijabnya.

Sementara Nurzahra membawakan keindahan legenda Babylonia kuno dengan warna nude dan dusty pink yang menhadirkan suasana romantis. "Masing-masing dari kami menyiapkan 12 koleksi, ini atas permintaan Indonesia Fashion Forward. Saya pribadi ingin menghasikan karya terbaik di JFW ini, dan saya rasa semua desainer sama dengan saya. Ajang ini membantu kami para desainer untuk mempekenalkan produk lokal ke kancah internasional," ujar Dian.

Dian berharap semua pihak dapat mendukung karya anak bangsa untuk bisa tampil di kancah internasional. "Kami harap semua pihak bekerja sama dan saling mendukung agar terealisasikan Indonesia sebagai kiblat fesyen busana muslimah dunia, dan kebanggan tersendiri jika karya anak bangsa ada di kancah internasional,"harap Dian. (drc)
 

Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved