Breaking News:

Mencicipi Manisnya Laba Usaha Cokelat Kocok

Bisnis minuman cokelat takpernah sepi dari tawaran kemitraan. Tawaran terbaru datang dari

Editor: Edinayanti
kontan.co.id
cokelat kocok 

SERAMBIUMMAH.COM - Bisnis minuman cokelat takpernah sepi dari tawaran kemitraan. Tawaran terbaru datang dari Didik Dika Prasetya yang mengusung brand Cokelat Kocok di Bandung, Jawa Barat. Berdiri tahun 2011, Cokelat Kocok resmi menawarkan kemitraan tahun 2012.

Hingga saat ini, Cokelat Kocok sudah memiliki 20 mitra yang tersebar di Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang, dan Tangerang.

Dalam kemitraan ini, Cokelat Kocok menawarkan tiga paket paket investasi. Yakni paket costumize tanpa booth senilai Rp 1,5 juta, paket A Rp 4 juta dan paket B senilai Rp 4,5 juta.

Khusus paket A dan B mendapat fasilitas booth. Namun, ukuran booth paket A lebih kecil dibanding paket B. Ada pun fasilitas lain sama, yakni cool box untuk penyimpan es batu, alat shaker, dispenser, blender, sikat botol, gelas plastik pengukur air, x-banner, toples toping, stok coklat kocok 100 sachet, 100 gelas plastik, seragam karyawan, SOP, dan daftar menu.

Khusus paket costumize, fasilitas yang didapat lebih sedikit. Yaitu dispenser, 60 sachet cokelat, 1 buah alat shaker, 60 gelas plastik dan cup, x-banner, dan banner promosi.

Cokelat Kocok menawarkan delapan varian rasa. Antara lain choco original, choco creamy, choco oreo, choco cappucino, choco caramel, white choco, coko monster, double chocolate.

Pilihan topingnya juga beragam, seperti choco chip, rainbow chip, cheese, meises, waffer stick, kress, almond, fruit, orange, banana, mango, dan grape. Dengan harga jual Rp 6.000 per cup, mitra bisa mengantongi omzet Rp 8 juta per bulan. Dengan asumsi, mitra bisa menjual minimal 60 cup dalam sehari.

Ada pun target laba bersihnya berkisar Rp 2 sampai Rp 3 juta per bulan. Bila target itu tercapai, mitra bisa balik modal dalam dua sampai tiga bulan. Kerjasama tidak memungut biaya royalti fee maupun franchise fee. Namun, mitra wajib membeli bahan baku dari pusat.

Bahan baku tersebut terdiri dari serbuk sachet cokelat dan gelas plastik dengan cap Cokelat Kocok.
"Untuk toping kami membebaskan mitra membeli di luar," jelasnya.

Menurut Dika, bisnis minuman cokleat ini bisa ditempatkan di mana saja asal lokasinya strategis dan ramai dilalui orang. Hingga akhir tahun ini, ia menargetkan bisa menambah 30 mitra di seluruh Indonesia.

Berita Populer
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved