Breaking News:

Pedas Nian Potensi Laba Usaha Mi Setan

Bisnis kuliner menjadi sektor yang cukup menjanjikan untuk digeluti.

Editor: Edinayanti
kontan.co.id
mi setan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bisnis kuliner menjadi sektor yang cukup menjanjikan untuk digeluti. Pangsa pasar yang luas membuat potensi balik modal usaha ini relatif cepat. Namun, agar memiliki diferensiasi, pengusaha kuliner harus memiliki inovasi produk agar bisa bertahan di tengah persaingan usaha.

Inilah yang dijalankan oleh Genny Kober, pemilik usaha Kober Mie Setan asal Malang, Jawa Timur. Dia menjalankan usaha tempat makan berkonsep resto sejak 2011 dengan menu utama mi pedas dengan level kepedasan yang bisa dipilih. Menu makanan dan minuman di tempat ini pun dibuat unik, seperti mi iblis, mi setan, es pocong, es tuyul, dan banyak nama unik lainnya.

Agar usahanya cepat berkembang, Genny menawarkan kemitraan di tahun 2012. Saat ini, dia sudah memiliki lima gerai milik mitra yang tersebar di Gresik, Jember, Surabaya, Malang, dan Bali. Tahun ini, akan ada dua gerai anyar milik mitra di Malang dan Surabaya.

Jika tertarik menggeluti usaha serupa, mitra dikenakan biaya, tergantung dari luas tempat usaha dan kebutuhan dana untuk merenovasi tempat. Sebagai gambaran, untuk mitra di Surabaya kala itu membutuhkan biaya investasi Rp 1,3 miliar. Fasilitas yang didapat adalah renovasi ruangan, konsep, kitchen set, alat masak, dekorasi, perizinan hingga kostum pegawai dan lainnya hingga usaha sudah bisa segera berjalan.

Pusat akan menjalankan operasional pada bulan-bulan pertama untuk menggenjot penjualan agar balik modal mitra bisa segera tercapai. Setelah balik modal sudah didapat, sistem kerjasama berlaku bagi hasil 50:50. Tidak ada tidak biaya kerjasama atau biaya royalti dan periode kerjasama usaha berlangsung selamanya.

Rencana keuangan jelas

Selain menjual produk utama mi pedas, seperti mi iblis dan mi setan, Genny juga menawarkan menu makanan lain seperti siomay dan dimsum. Harga jual makanan dibanderol seharga Rp 4.000−Rp 9.500 per porsi. Adapun menu minuman kopi dan aneka es yang ditawarkan seperti es pocong, es genderuwo, es tuyul, es sundel bolong, dan es kuntilanak.

Estimasi omzet penjualan mencapai Rp 300 juta per bulan, dengan asumsi mampu menjual 1.500 porsi per hari. Mitra harus membeli bahan baku utama seperti mi, siomay, dan dimsum serta minuman dari pusat untuk menjaga kualitas rasa.

Genny mengklaim, keunggulan tawaran usaha ini adalah ada garansi pusat bertanggung jawab terhadap balik modal mitra. Selain itu, pusat juga memiliki tempat produksi untuk memasok bahan baku ke mitra agar standar produk tetap terjaga.

Erwin Halim, pengamat usaha mengatakan, konsep menu yang unik serta dukungan pusat untuk menjamin balik modal mitra itu cukup baik. Namun, paket investasi yang tidak dipatok menuntut transparansi perencanaan keuangan yang detail serta pembagian keuntungan nantinya yang juga harus jelas.           

Berita Populer
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved