Tujuh Butir Mutiara Kehidupan

Bisa saja Tuhan dianggap atau dikatakan tidak adil, kenapa? Ya, karena yang mendapat ujian atau cobaan kok saya, bukan dia. Kok kami, bukan mereka

Tujuh Butir Mutiara Kehidupan

SERAMBI UMMAH.COM - Terkadang dalam menghadapi hidup dan kehidupan ini , orang seakan tak mempunyai pegangan, apa lagi bila sedang mengalami tekanan dari berbagai sisi, atau sedang mengalami cobaan, ujiaan, musibah dan lain sebagainya. Bahkan karena beratnya tekanan tersebut sampai Tuhanpun menjadi tertuduh!

Bisa saja Tuhan dianggap atau dikatakan tidak adil, kenapa? Ya, karena yang mendapat ujian atau cobaan kok saya, bukan dia. Kok kami, bukan mereka, kok negara kita, bukan negera mereka dan seterusnya. Nah pertanyaan-pertanyaan demikian nyaris muncul di saat-saat musibah atau cobaan datang.

Untuk itulah saya tulis tujuh butir mutira kehidupan ini, semoga bermanfaat dan dicatat menjadi amal olehNya. Apa itu? Mari kita coba membedah tujuh butir mutiara kehidupan ini, satu demi satu.

Pertama: Allah tidak akan membiarkan umat yang beriman terus menerus dalam keadaan yang mereka alami( Al Imron : 179) Ayat ini mengajarkan hidup yang optimis, apapun yang terjadi, apapun ujiannya. Mengapa? Ya karena Allah akan memberikan jalan keluarnya, betapapun berat tantangan hidup ini.

Hidup memang seperti gerak gelombang yang naik turun atau sperti roda pedati yang terus berputar, suka atau tidak suka, suatu saat kita berada di atas, suatu saat kita berada di bawah. Di saat di atas kita bersyukur, saat di bawah kita bersabar sambil terus berjuang agar kembali di atas, begitu seterusnya.

Kadang memang, terasa pertolongan Allah begitu lama, pedahal terasa himpitan hidup begitu keras menekan, hingga diri kadang-kadang bertanya, kapan pertolongan Allah datang? Apa lagi kalau melihatnya dari sisi suatu bangsa, ini lebih lama lagi, coba saja lihat bagaimana bangsa kita membebesakan diri dari masa penjajahan Belanda dan Jepang, tak kurang dari 350 tahun, baru kita bisa merdeka! Faktanya kita baru merdeka 65 Tahun! Lebih lama di jajahnya dibanding merdekanya.

Begitu juga perjuang bangsa Palestina sekarang ini, sejak tahun1948 Palestina di jajah Israel, sampai saat ini, mereka, rakyat Palestina, banyak yang hidup di pengusian-pengunsian. Kapan pertolongan Allah datang? Ya terserah Allah, Allah lebih mengetahui apa yang akan Dia kerjakan dan kapan Dia memberi pertolongan pada suatu bangsa atau pada suatu diri ketika mengalami ujian atau cobaan. Tugas setiap pribadi adalah terus menerus berjuang memperbaiki hidupnya dari hari ke hari, itulah sikap optimis dari kandungan ayat di atas.

Kedua: Allah menjamin kemenangan bagi orang yang berjihad dalam agamaNya. Kalau dia gugur Allah akan memasukannya ke dalam syurga( HR Bukhori ) Dalam sabada nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori ini ada kata jihad, yang sering diartikan salah oleh kaum orientalis dan oleh orang-orang yang entah apa alasannya sangat membenci Islam atau takut kepada Islam (phobia terhadap Islam) Jihad diartikan perang!

Padahal kata jihad berarti berjuang sungguh-sungguh. Jadi siapapun yang berjihad atau berjuang sungguh-sungguh akan mendapatkan hasilnya. Seperti pepatan bahasa arab: “Man jadda wajada” siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil! Ya tak ada sebuah keberhasilan apapun namanya, yang tidak diperjuangkan sungguh-sungguh.

Tak ada kesuksesan dari hasil bertopang dagu atau berleha-leha, contoh sederhana saja, mana ada orang yang sukses menulis tanpa mengetik, tanpa berpikir, tanpa berjuang, tanpa membaca, tanpa menambah wawasan, tanpa dialog atau diskusi dan lain sebagainya. Itu baru menulis biasa, belum membuat buku, novel, apa lagi sebuah karya ilmiah, wah itu lebih repot lagi, lebih harus bersungguh-sungguh mencari datanya.

Halaman
1234
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved