Jadilah “Bodo Alewoh”, Jangan “Bodo Katotoloyo”

Ilmu yang ada di muka bumi itu sangatlah luas. Karena Allah telah menyediakan berbagai macam ilmu yang tak terhitung jumlahnya.

Jadilah “Bodo Alewoh”, Jangan “Bodo Katotoloyo”

SERAMBI UMMAH.COM - PADA dasarnya manusia terlahir ke dunia ini dalam keadaan belum mengerti apalagi memahami sesuatu. Sehingga, perlu adanya usaha untuk mengisi ketidaktahuan itu dengan belajar dan mencari ilmu. Ilmu, itulah hal terpenting dalam hidup kita. Maka, mencari ilmu sudah menjadi kewajiban bagi setiap individu hingga ajal menjemput.

Ilmu yang ada di muka bumi itu sangatlah luas. Karena Allah telah menyediakan berbagai macam ilmu yang tak terhitung jumlahnya. Maka, Allah memerintahkan kita untuk mencari ilmu itu, agar dapat mengubah diri, yang tadinya tidak tahu menjadi tahu.

Dengan ilmu, kita tidak akan dibodohi oleh orang lain. Tapi, jangan kita gunakan ilmu untuk membodohi orang lain. Bila memang terlintas pikiran seperti itu, maka posisikanlah diri kita sebagai orang yang dibodohi. Dan pikirkan pula manfaat yang akan kita miliki bila membodohi orang lain.

Tentunya, bila kita telah memikirkan itu, hal yang terbesit dalam pikiran kita sedikit demi sedikit akan memudar. Karena kita telah memikirkan sakitnya bila dibodohi. Dan kita tak akan mendapatkan manfaat sedikit pun dari hasil membodohi orang lain. Melainkan, kita hanya akan mendapatkan kepuasan yang bersifat sementara.

Kita menyadari bahwa diri ini tidaklah sempurna. Ilmu yang dimiliki pun masih terbilang sedikit. Kita masih merasa menjadi orang yang bodoh. Apalagi bila telah disandingkan dengan orang yang memang dianggap memiliki pengetahuan yang lebih luas dari kita.

Ketika memposisikan diri ini menjadi seseorang yang bodoh, orang Sunda berkata jadilah orang yang “bodoh alewoh” dan jangan jadikan diri kita “bodoh katotoloyo”. Maksudnya ialah, ketika kita merasa pengetahuan yang kita miliki itu masih kurang, maka perbanyaklah bertanya kepada orang yang memang memiliki pengetahuan yang lebih luas. Jangan biarkan diri ini berada dalam kebodohan.

Bodo alewoh, yakni seseorang yang memang menyadari dirinya belum mengetahui pengetahuan luas. Tapi, ia semangat untuk terus mencari ilmu. Ia pun tak malu bertanya kepada orang lain. Ia cenderung tidak merasa puas bila ia tak mendapatkan ilmu yang belum ia miliki itu. Dan akan terus mencari ilmu hingga ia telah merasa cukup menguasai suatu ilmu tertentu.

Bodo katotoloyo, yakni seseorang yang juga memang menyadari dirinya belum mengetahui pengetahuan luas. Tapi, tak ada kemuan dalam dirinya untuk mencari ilmu. Bahkan untuk bertanya saja ia tak mau. Biasanya orang seperti itu yang selalu berkata seperti, “Da apa atuh aku mah cuma manusia biasa yang terbatas pengetahuannya!” atau kata-kata yang semisal dengan itu. Mereka itulah yang menunjukkan bahwa dirinya belum memiliki pengetahuan luas, tapi mereka tak mau berusaha, hingga memvonis dirinya tak akan mampu melakukannya.

Oleh karena itu jadilah orang yang “bodo alewoh” dan jangan jadikan diri kita sebagai orang yang “bodo katotoloyo”.(ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved