Breaking News:

Menyetir Tawaran Mobil Tempat Ngopi

Usaha gerai kopi yang menjamur membuat suasana persaingan menjadi kian ketat.

Editor: Edinayanti
kontan.co.id
Usaha gerai kopi yang menjamur membuat suasana persaingan menjadi kian ketat. 

SERAMBIUMMAH.COM - Usaha gerai kopi yang menjamur membuat suasana persaingan menjadi kian ketat. Mau tidak mau, para pelaku usaha harus memutar otak untuk dapat bertahan. Hal ini yang dilakukan oleh Micko Irawan, pemilik PT Coffeeland Indonesia.

Sejak awal tahun lalu, dia mulai mengembangkan konsep baru dalam sistem kemitraan usaha miliknya yaitu coffee mobile. Konsep ini mengusung kedai yang bisa berpindah-pindah. "Konsepnya seperti food truck," kata dia.

Micko sudah menjalankan usaha ini sejak 2009. Ketika KONTAN mengulas usaha ini pada 2011, Micko menawarkan dua paket, yakni paket booth senilai Rp 30 juta dan miniresto seharga Rp 125 juta. Tapi kini, selain konsep terbaru coffee mobile tersebut, Micko juga menawarkan paket yang lebih murah yakni paket booth seharga Rp 9,5 juta, paket mini cafe senilai Rp 35 juta dan paket coffeshop seharga Rp 125 juta.

Namun hingga kini belum ada mitra yang mengambil paket coffee mobile itu. Sementara untuk paket lainnya sudah ada sembilan mitra yang bergabung. “Tahun depan kita akan fokus menjual model coffee mobile ini,” katanya.

Paket investasi model food truck ini seharga Rp 300 juta. Dengan modal itu, fasilitas yang didapat adalah alat membuat kopi, bahan baku awal, branding, pelatihan, satu unit mobil dan perlengkapan lainnya.

Micko menargetkan dengan konsep mobile tersebut mitra bisa meraih omzet hingga Rp 100 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya produksi dan operasional, keuntungan bersih yang bisa didapatkan mitra sekitar 40% dari omzet tiap bulan.Berdasarkan perhitungan Micko, mitra sudah bisa balik modal dalam waktu 12 bulan.
Gunakan merek lain

Coffeeland Indonesia menjual lebih dari 30 menu kopi dan makanan. Micko membanderol harga jual kopi Rp 8.000 hingga Rp 30.000 per gelas. Dia mengklaim keunikan produknya adalah menggunakan kopi asli Indonesia.

Selain itu, konsep menu yang ditawarkan bernuansa Indonesia dan Eropa sehingga konsumen mempunyai banyak variasi pilihan. Untuk menjaga rasa dan kualitas kopi, Micko mewajibkan mitra untuk membeli bahan baku kopi dari pusat. Micko juga memberikan peluang mitra yang ingin membeli kemitraan mobile ini dengan mengusung brand sendiri. “Jadi posisi pusat sebagai konsultan,” katanya.

Untuk nilai investasinya sama, sedangkan untuk bahan baku mereka bisa membeli dari pusat atau membeli di luar. Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi KADIN, Amir Karamoy menilai, bisnis gerai kopi masih menarik, tapi menjalankan konsep mobile ini harus dipertimbangkan lagi. Sebab, karakter peminum kopi di Indonesia cenderung duduk santai, beselancar internet, sembari bekerja dan mengobrol. Konsep ini akan kuat bila mereka menetap di suatu lokasi atau berjualan di acara tertentu.

Berita Populer
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved