Breaking News:

Hijabers Indonesia `Perangi` Gaya Hidup Kebarat-baratan

Untuk memerangi budaya konsumerisme dan gaya hidup kebarat-baratan, beberapa komunitas bisnis Islam di Indonesia

Editor: Edinayanti
dream.co.id
Hijabers Community Jakarta 

SERAMBIUMMAH.COM - Untuk memerangi budaya konsumerisme dan gaya hidup kebarat-baratan, beberapa komunitas bisnis Islam di Indonesia menggalang kampanye agar muslim melestarikan nilai-nilai Islam dalam kehidupannya.

"Saya kira Indonesia sudah terlalu kebarat-baratan," kata Risti Rahmadi, salah satu anggota Hijabers Community Jakarta dikutip OnIslam.net, Senin 10 November 2014.

"Anak-anak muda Indonesia menghabiskan banyak waktunya hanya untuk nongkrong di mal dan mereka lupa untuk beribadah," tambahnya.

Wanita 37 tahun ini yakin satu-satunya cara memerangi budaya konsumerisme yang kebarat-baratan adalah mengajak kaum muda muslim untuk mencintai produk yang Islami.

Risti melihat adanya peningkatan dari permintaan produk Islami akhir-akhir ini. Risti, yang dulunya suka mengenakan koleksi pakaian dan make-up produk Barat, kini bangga sebagai muslim Indonesia yang selalu mengenakan busana muslim dan hijab. Dia juga selalu mengandalkan aplikasi pengingat salat di smartphone-nya.

Dulu, mengenakan kerudung dianggap sebagai ketinggalan zaman. Namun sekarang telah berubah. Dewasa ini di Indonesia, hijab telah menjadi bagian dari fashion. Ribuan video tutorial hijab yang diunggah oleh muslimah Indonesia dapat dilihat di Youtube.

Permintaan perhiasan Islami juga telah meningkat dalam beberapa tahun belakangan di Indonesia.

Reny Feby, penjual perhiasan di Jakarta, mengaku 15 tahun yang lalu tidak ada yang tertarik membeli perhiasan hasil desainnya. Karena desainnya dianggap terlalu Islami.

"Tapi sekarang, orang-orang Indonesia bangga membeli pakaian atau perhiasan Islami buatan lokal. Bahkan para pejabat juga ikut-ikutan."

Reny yakin alasan di balik meningkatnya permintaan produk Islami karena pertumbuhan keluarga tingkat menengah yang demikian cepat di Indonesia. Menurut Bank Dunia, produk domestik bruto (PDB) tahunan Indonesia meningkat dari US$890 pada 2003 menjadi US$3000 pada 2011.

Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dengan jumlah populasi mencapai 85 persen dari 237 juta penduduknya.

Industri halal global yang diperkirakan akan tumbuh dari sekitar US$ 1 triliun pada tahun 2012 menjadi US$1,6 triliun pada tahun 2018, menurut DinarStandard, sebuah perusahaan riset yang mengkhususkan diri di pasar Muslim.

Umat Islam di Indonesia digambarkan sebagai masyarakat yang mengaplikasikan keyakinannya dalam cara yang sangat nyata, menurut para ahli.

"Banyak umat Islam di kelas menengah ingin menunjukkan kepada orang-orang di sekitar mereka gaya hidup yang saleh. Baik melalui cara pakaian, memilih sekolah, belanja. Termasuk memilih buku-buku yang mereka baca," kata Greg Fealy, seorang ahli Indonesia di Australian National University di Canberra. (drc)

Tags
hijaber
Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved