Breaking News:

Rumah Sakit Inggris di Bengkulu Disulap Jadi Masjid

Salah satu tempat bersejarah di Bengkulu adalah Masjid Syuhada. Masjid ini dulunya adalah bangunan megah rumah sakit

Editor: Edinayanti
duniamasjid.islamic-center.or.id
Saat dibuang ke Bengkulu oleh Belanda, Sukarno dan para pejuang kemerdekaan lainnya, sering mengunjungi dan salat berjamaah di masjid sederhana ini. 

SERAMBIUMMAH.COM  - Salah satu tempat bersejarah di Bengkulu adalah Masjid Syuhada. Masjid ini dulunya adalah bangunan megah rumah sakit milik bangsa Inggris. Memang, dulu kala Bengkulu merupakan satu-satunya wilayah di Indonesia yang pemah dijajah Inggris.

Masjid yang terletak di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Gading Cempaka, ini menjadi masjid tertua di Bengkulu. Cikal bakal masjid ini dibangun sekitar 247 tahun silam, atau tepatnya tahun 1767.

Masjid ini dibangun atas prakarsa empat tokoh masyarakat setempat, yaitu Haji Wahid yang dikenal dengan sebutan Haji Tua, Haji Ali, Haji Yanjang, dan Haji Isa. Haji Tua dikenal sebagai orang Bengkulu pertama yang menunaikan ibadah haji ke Mekah.

Masjid ini kerap dikaitkan dengan Presiden pertama Indonesia, Sukarno. Saat dibuang ke Bengkulu oleh Belanda, Sukarno dan para pejuang kemerdekaan lainnya, sering mengunjungi dan salat berjamaah di masjid sederhana ini.

Di belakang masjid ini, terdapat makam Raja Alam, seorang raja Islam yang terkenal sebagai salah satu penyebar agama Islam pertama di Bumi Raflesia. Raja Alam yang berasal dari Kerajaan Pagaruyung, Sumatera Barat, dikenal bijaksana dan dicintai rakyatnya.

Masjid ini mencerminkan wajah sederhana kota Bengkulu. Bentuk atap masjid ini cukup unik. Atapnya berbentuk limas tiga susun, khas bangunan masjid di Jawa. Namun di bagian pucuknya terdapat kubah mungil.

Keunikan lain, masjid ini diurus oleh empat suku, yaitu Suku Ujung Tanjung, Suku Tanjung Dalam, Suku Pinang Berlarik, dan Suku Berang. Kepengurusan itu diwariskan secara turun temurun. (drc)

Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved