Breaking News:

Belajar dari Muslimah Terbaik Sepanjang Masa

Pernahkah kita mengingat akan perjalanan para Muslimah di awal-awal kenabian

Editor: Didik Trio
Belajar dari Muslimah Terbaik Sepanjang Masa

SERAMBIUMMAH.COM - Perburuan kita akan sifat dan karakter Muslimah terbaik tidaklah pernah berhenti. Karena dikala kita telah merasa cukup  akan akhlak dan ilmu pada diri, sesungguhnya tanpa kita sadari rasa sombong sudah menjalar dalam relung hati.

Pernahkah kita mengingat akan perjalanan para Muslimah di awal-awal kenabian? Pernahkah kita bermuhasabah bagaimana repotnya para Muslimah disaat berhijrah ke Madinah? Pernahkah kita bermuhasabah bagaimana beratnya menjadi Muslimah disaat menghadapi ujian dari kaum kafir Quraisy?

Berat... berat sekali. Dikala mereka mempertahankan iman dan hidayah yang telah tertanam di dalam hati dengan nyawa dan harta. Dikala mereka meninggalkan kenikmatan dunia demi taat hijrah ke Madinah.

Sahabat Muslimah...

Namun semua itu belumlah cukup menjadikan para Muslimah Muhajirat memiliki kedudukan lebih dari Muslimah Anshor. Karena semua nilai perjuangan tersebut Alloh SWT yang mengetahui takarannya. Namun dalam kehidupan dunia, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita melihat akan wujud dhohir dalam kehidupan sehari-hari.

Muslimah Muhajirat telah teruji akan ketaatan kepada Alloh dan Rosul-Nya. Namun ternyata Muslimah Anshor pun memiliki karakter hebat yang menjadikan mereka memiliki kedudukan berbeda, dalam membuktikan ketaatannya kepada Alloh dan Rosul-Nya.

Serupa tapi tak sama, mungkin itulah ungkapan yang tepat sebagai gambaran atas Muslimah Muhajirat dan Anshor, karena keduanya sama-sama mendapat kedudukan yang mulia. Dengan cara apakah Muslimah Anshor mendapatkan kedudukan yang mulia tersebut?

Suatu hari Aisyah R.A. berkata, "Sebaik-baik wanita ialah wanita Anshar, rasa malu tidak menghalangi mereka untuk memperdalam agama". (H.R. Muslim)

Inilah karakter Muslimah Anshor yang menjadikan mereka memiliki karakter hebat dalam menjalankan Islam. Rasa malu menjadi dasar sebagai bukti keimanan, namun rasa malu tersebut tidak menghalangi muslimah anshor untuk selalu memperdalam ilmu agama.

Seorang pemuda Anshar pernah ditegur oleh Nabi saw, karena pemuda itu menasehati saudara perempuannya agar saudara perempuannya itu tidak pemalu. Nabi saw, bersabda: “Biarkan saudaramu itu pemalu, karena malu itu bagian dari iman.”

Halaman
12
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved