Keindahan Islam Bawa Pria Inggris Ini Jadi Mualaf

Bagi Daniel JF, keindahan dan kemurnian Islam selalu membuatnya terkagum-kagum. Pria Inggris ini bersyukur bisa mendapat

Editor: Edinayanti
dream.co.id
ilustrasi 

SERAMBIUMMAH.COM - Bagi Daniel JF, keindahan dan kemurnian Islam selalu membuatnya terkagum-kagum. Pria Inggris ini bersyukur bisa mendapat cahaya Islam di saat usianya yang sudah tidak muda lagi.

Sebelumnya, Daniel lahir dari keluarga yang taat. Namun dia tidak bisa memeluk agama yang tidak bisa memberikan jawaban yang pasti dan mengganjal hatinya.

Daniel hanya ingin merasa dekat dan damai dengan Sang Pencipta. Dan hal itu tidak didapatkan dalam agamanya.

Maka, ketika hati nuraninya menoleh kepada Islam, Daniel merasa lebih baik. Baginya, Islam telah menjadikannya sebagai manusia sebenarnya.

Tidak ada agama yang begitu hebatnya difitnah dan diolok-olok seperti Islam. Namun andai saja mereka itu mempelajarinya secara mendalam, maka inilah agama yang kuat bagi yang lemah, agama yang kaya bagi yang miskin.

Daniel sangat takjub dengan cara-cara Islam memberikan alasan dalam aturannya. Seperti contoh, Islam sangat melarang judi atau semacamnya. Islam juga mengharamkan minuman yang mengandung alkohol dan sesuatu yang bekaitan dengan riba.

Islam sangat mengerti bahwa hal-hal tersebut dapat menyebabkan kesengsaraan dan kesedihan kepada manusia. Jadi, dalam Islam, tak ada sesuatu atau seseorang yang diperbolehkan mengambil keuntungan atas yang lainnya.

Menurut Daniel, dalam Islam, mengaku beriman tapi tidak ada tindakan nyata hanyalah omong kosong. Umat Islam yakin bahwa segala tindakan mereka menjadi tanggung jawab mereka sendiri dan akan dipertanyakan dalam kehidupan ini dan di akhirat.

"Intinya, kita harus memikul 'salib' kita sendiri dan tidak dapat menebus dosa orang lain," kata Daniel.

Islam mengajarkan bahwa setiap manusia yang dilahirkan dalam keadaan suci, tidak berdosa. Ini mengajarkan bahwa pria dan wanita berasal dari esensi yang sama, memiliki jiwa yang sama, dan telah dilengkapi kemampuan yang sama untuk berpikir, beribadah dan menjaga moral.

Daniel juga mengingatkan bahwa setiap muslim di mana pun adalah saudara bagi yang lainnya. Karena Islam selalu mengajarkan bahwa semua orang di hadapan Allah sama, yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaannya.

Dan yang sangat dikagumi Daniel dari Islam adalah agama ini selalu membimbing umatnya setiap hari melalui salat lima waktu, tanpa mengenal kondisi dan tempat.
 

Sumber: Tribunnews
Tags
mualaf
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved