Charley Reese: Orang-orang Islam adalah Orang yang Penuh Cinta

Saya harap akan lebih banyak lagi orang Amerika yang akan mendapat kesempatan untuk mengenal lebih jauh lagi tentang orang Islam

Charley Reese: Orang-orang Islam adalah Orang yang Penuh Cinta

SERAMBI UMMAH.COM - USAI Peristiwa 11 September 2002, pengeboman menara kembar WTC, pandangan orang Amerika terhadap orang Islam semakin “miring”. Berbagai propaganda antimuslim dihembuskan di berbagai kesempatan dan media. Namun Charley Reese ternyata menemukan hal yang sebaliknya. Charley kemungkinan besar adalah seorang atheis. Namun ia kemudian banyak berinteraksi dengan orang-orang muslim, tidak hanya di Amerika saja, tetapi juga di seluruh dunia. Berikut penuturannya di sebuah situs internasional terkemuka yang berbasis di Timur Tengah. Charley sendiri sudah tutup usia di tahun 2013.

Saya harap akan lebih banyak lagi orang Amerika yang akan mendapat kesempatan untuk mengenal lebih jauh lagi tentang orang Islam. Saya yakin, jika mereka mengenal siapa orang muslim, orang-orang Amerika akan benar-benar jernih terhadap propaganda antimulsim yang selama ini dihembuskan kaum kanan Kristen.

Muslim adalah orang-orang baik. Salah seorang teman saya mengirimi saya sebuah e-mail yang nadanya sangat ingin meyakinkan saya bahwa orang-orang muslim akan menggorok leher setiap orang atheis yang mereka temui. Namun saya membuktikan lain. Ketika saya menjadi tamu di rumah beberapa orang teman muslim saya, satu-satunya yang mereka gorok dan iris adalah hanya daging-daging domba lezat yang kemudian mereka suguhkan kepada saya.

Selama ini orang percaya akan cerita omong kosong itu karena mereka tidak berusaha melihat kenyataan sesungguhnya seperti apa. Jika kita melihat sejarah, maka kita akan mendapati bahwa komunitas kristen tertua sepanjang sejarah justru berdomisili di negara-negara muslim. Begitu juga dengan komunitas terbesar Yahudi yang berada di wilayah Islam: Palestina. Bahkan sekarang ini, tidak hanya satu atau dua orang saja orang Kristen yang berdomisili di negara-negara muslim. Saya telah membuktikan bahwa apa-apa yang orang katakan tentang Islam itu buruk, adalah kebohongan semata.

Islam, seperti juga agama-agama lain, mempunyai beberapa kelompok. Beberapa di antara mereka terkenal fanatik seperti yang ada di Massachusetts. Tapi bahkan untuk yang paling fanatik sekalipun—biasanya disebut fundamental—orang-orang muslim memperlakukan orang-orang kristen dan yahudi seperti mereka memperlakukan diri mereka sendiri. Perlakukan mereka begitu baik. Saya sangat terkesan dengan sebuah perkataan Syeikh Ahmad Yassin, seorang pemimpin pergerakan Islam di Palestina yang mengatakan hal tersebut.

Saya telah berkeliling dunia dan mengunjungi banyak negeri muslim. Bahkan kadang-kadang di negara yang paling miskin di antara yang miskin sekalipun, saya tidak pernah mendapat perlakuan yang buruk ataupun diserang. Jika Anda tdak tahu, saya beritahu kepada Anda, sejahat apapun sebuah kota di dunia, maka jika Anda pernah ke Beirut atau Damaskus, Aman, atau Ramallah, kota-kota itu jauh lebih aman daripada kota-kota di Amerika Serikat.

Islam bukan sebuah agama yang menganut prinsip hirarkis layaknya Kristen Katolik. Biasanya kelompok-kelompok muslim akan membangun sebuah mesjid dan kemudian menunjuk salah seorang di antara mereka untuk menjadi imam. Imam inilah yang akan memimpin mereka, mberikan fatwa-fatwa untuk urusan-urusan tertentu. Ketika seorang imam mengeluarkan fatwa, mereka tidak dilarang untuk melakukannya selama itu mengacu kepada kitab suci mereka, Alquran.

Setiap muslim adalah independen. Maksud saya tidak ada pengklasifikasian seperti pendeta atau bukan, ataupun sejenis sekolah untuk menjadi seorang kardinal. Tidak ada sejenis kepasturan.

Kekacauan yang terjadi selama ini di Timur Tengah sebenarnya bukan masalah Islamnya, tapi karena faktor politik dan sekular. HAMAS berkonfrontasi dengan Israel bukan karena mereka adalah Yahudi, tapi karena bangsa itu menduduki tanah air mereka, Palestina. Saya baru mengetahui bahwa ternyata orang muslim sama sekali tidak apriori dan menutup diri terhadap kebudayaan Barat. Keberatan yang diajukan oleh kaum muslim terhadap kebudayaan Barat sama seperti yang dikhawatirkan oleh para Kristian.

Orang-orang Kristen tidak menyukai kekerasan, imoralitas, pornografi, dan keserakahan, begitu juga dengan orang-orang muslim. Dan itulah yang mereka tidak sukai.

Di Amerika ini ada sekitar 6 sampai 7 juta jiwa penduduk yang beragama Islam. Mereka telah berada di negara ini sejak Abad 19. Jika Anda belum mengenal orang-orang muslim, saya sarankan agar Anda segera mengenali mereka. Anda akan segera menemukan bahwa mereka sama sekali tidak benar seperti yang selama ini diberitakan oleh media massa. Orang-orang Islam itu adalah orang-orang yang penuh cinta.  (ipc)

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved