Breaking News:

Sentimen China Bawa Indeks Syariah Terus Menguat

Sinyal positif dari sentimen penurunan suku bunga China menambah gairah bursa saham Indonesia.

Editor: Edinayanti
Arabianbusiness.com
Bursa Saham Dubai 

SERAMBIUMMAH.COM - Sinyal positif dari sentimen penurunan suku bunga China menambah gairah bursa saham Indonesia. Indeks saham acuan kembali melanjutkan penguatan yang dicapainya akhir pekan lalu.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 24 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat 21,90 poin (0,43%) menjadi 5.133,94. Seluruh indeks saham acuan menguat di pagi hari.

Laju IHSG semakin perkasa di sesi pembukaan usai kembali naik 36,51 poin (0,7%) ke level 5.148,56.

Di awal pekan ini, total frekuensi perdagangan saham sudah menembus angka 331,73 juta saham. Nilai transaksi mencapai Rp 232,20 miliar.

Pemodal asing kembali masuk pasar modal Indonesia dengan mencetak nett buy hampir Rp 24 miliar.

Secara sektoral, seluruh sektor saham menguat pada awal perdagangan saham. Emiten di sektor saham aneka industri memimpin penguatan usai naik 1,47% diikuti manufaktur 0,90% dan keuangan naik 0,81%.

Melanjutnya gerak IHSG di zona hijau ikut menambah tenaga bagi dua indeks saham syariah di BEI.

Dibuka menguat ke level 165,38, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISS) hingga perdagangan pukul 10.00 WIB, telah menguat 1,6 poin (0,97%) ke level 166,24.

Penguatan ini disokong oleh naiknya harga saham dari 123 emiten sementara 47 lainnya masih tertinggal di zona merah.

Tercatat sudah 10,25 juta saham yang diperdagangkan pelaku pasar dengan dana berputar hingga Rp 1,07 triliun.

Laju positif juga dicetak saham-saham bluechips syariah. DIbuka menguat ke level 681,70, indeks Jakarta Islamic Index (JII) saat ini sudah menguat 7,44 poin (1,09%) ke level 684,96.

JII hanya menyisakan 1 emiten di zona merah dan satu lainnya stagnan. Sisanya, sebanyak 28 emiten bergerak nyaman di zona hijau.

Transaksi perdagangan saham unggulan syariah mencapai Rp 571,51 miliar dengan efek mencapai 2,49 juta saham. (drc)

Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved