Breaking News:

Menjahit Untung dari Busana Muslimah

Saat ini, tren baju muslimah meningkat pesat. Mulai dari remaja putri hingga wanita dewasa banyak mengenakan busana penutup aurat ini.

Editor: Edinayanti
kontan.co.id
usaha busana muslim 

SERAMBIUMMAH.COM - Saat ini, tren baju muslimah meningkat pesat. Mulai dari remaja putri hingga wanita dewasa banyak mengenakan busana penutup aurat ini. Peluang itu juga yang ditangkap Agus Muhammad dengan mendirikan butik busana muslim Pasmira di Gresik, Jawa Timur. Berdiri tahun 2007, Pasmira resmi menawarkan kemitraan tahun 2013 lalu.

Saat ini, gerai Pasmira sudah ada 22 yang tersebar di Gresik, Surabaya, Jakarta, Bandung, Cirebon, Bukit Tingi, Pekanbaru, hingga Makassar. "Gerai milik sendiri ada 10, sisanya milik mitra," kata Nur Suhut, Staf Marketing Kemitraan Pasmira.

Pasmira merupakan butik busana muslim yang mengusung konsep one stop shopping. Jadi, semua kebutuhan busana muslimah tersedia di butik ini. Bahkan, ada juga pakaian untuk pria. Pasmira menjual aneka kerudung, busana muslimah untuk wanita dewasa dan anak, dan baju koko untuk pria dewasa dan anak.

Nur mengklaim, kelebihan produk Pasmira memiliki memiliki kualitas yang baik dan modelnya selalu up to date. Aneka pakaian muslim Pasmira dibanderol mulai harga Rp 50.000 hingga Rp 300.000. "Produk yang paling laris di gerai Pasmira itu adalah kerudung," ujar Nur.

Dalam kemitraan ini, Pasmira menyediakan paket investasi senilai Rp 450 juta. Dari investasi itu, sebesar Rp 300 juta dialokasikan untuk pengadaan produk. Sisanya yang Rp 150 juta dipakai buat desain interior, eksterior, serta pengadaan peralatan butik dan marketing.

Antara lain komputer, printer, meja kasir, rak display, rak aksesori, lemari stok, spanduk, x-banner, katalog, dan poster. Produk busana muslim Pasmira diproduksi di Bandung. Selain menjual label Pasmira, mitra juga boleh menjual baju muslim brand lain seperti Dannis, Aisya, dan Muslim Store.

Ketiga brand itu, kata Nur, sudah lama menjadi mitra Pasmira. Namun, persentase produk yang dijual harus lebih banyak merek Pasmira dengan perbandingan 70:30. Brand lain hanya buat variasi produk agar konsumen semakin banyak pilihan.

Bagi mitra yang berminat, harus menyediakan tempat di lokasi yang strategis seluas 55 meter persegi. Setiap satu gerainya mempekerjakan sekitar tujuh karyawan. Kemitraan ini berlangsung selama lima tahun. Jika masa kerjasama habis, mitra hanya membayar pengadaan produk saja sebesar 45% dari nilai awal investasi.

Menurut Nur, mitra bisa menjual 300 item busana setiap bulannya. Mayoritas didominasi jilbab dan busana muslimah. Dengan penjualan itu, mitra bisa mengantongi omzet Rp 100 juta per bulan. Ada pun laba bersihnya sekitar 30% dengan target balik modal sekitar dua tahun.

Pengamat waralaba, Pietra Sarosa mengatakan, pasar busana muslim memang masih sangat besar. Namun, pemainnya juga sudah sangat banyak. Agar bisa bertahan di bisnis ini, setiap harus jelas membidik konsumen dari kalangan apa, dan produknya juga harus ada ciri khas. "Jika tidak, sama saja dengan pemain lain," ujarnya.

Berita Populer
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved