Breaking News:

“Aku Ingin Seperti Mereka, Bu ….”

Senyum malaikat menyapaku di antara deretan bangku mungil warna-warni. Ah, ini yang selalu kunikmati tiap hari dari pemilik wajah-wajah polos

Editor: Halmien
“Aku Ingin Seperti Mereka, Bu ….”

“Kok gitu? jadi Nuri gak mau cerita sama ibu nih …, ibu ngambek ah.”

Kemudian wajah itu mulai terdongak, namun dengan lelehan air mata yang sudah membentuk garis berliuk di kedua pipi tembemnya.

“Nuli gak bica celita, Bu. Nuli kan gak punya ibu kayak meleka.”

Suara itu sesenggukan, terdengar patah-patah. Seketika kutaruh tubuh mungil itu di pangkuanku, membiarkannya merasakan dekap kasihku, meski mungkin tak sehangat pelukan kasih ibunya.

Tiba-tiba suara itu mengeluarkan deretan kata-kata kerinduan untuk sosok yang selama ini tak pernah dikenalnya.

“Nuli juga mau cepelti meleka, dicuapi kalau makan, dimandiin kalau mau belangkat cekolah, diajak colat ke mejjid pakai mukenah bagus, diantal cekolah tiap hali, tapi Nuli gak bica, Bu ….”

Aliran bening itu tak dapat lagi kutahan. Hanya belaian kasih sebagai jawab atas semua keinginan Nuri.

Ya, Allah …, kasihan sekali anak ini. Di usianya yang masih hijau bahkan ia tak pernah merasakan pelukan ibunya.

“Nury, sayang …, kamu gak boleh gitu. Kan ada ibu yang bisa tiap hari nemenin Nury, kalau Nury mau, ibu juga bisa ngajak Nury sholat dengan mukenah bagus. Ngajarin Nury, ngajak Nury main, gimana? Nury mau.?”

“Benelan, Bu gulu …? yeee, asyik. Kalau gitu Nuli cekalang bica celita tentang ibu, makacih, Bu gulu.”

Senyum malaikat itu akhirnya kembali terlukis di bibir mungilnya, diiringi kecupan hangat di pipi. Kuusap lelehan bening itu dengan kasih sayang.

Semoga aku bisa benar-benar menghapus segala kesedihan Nury, hari ini dan seterusnya. Amiin. (ipc)

Tags
anak sehat
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved