Breaking News:

Jalan Panjang Berliku Menuju Islam

Tapi ia masih ingat kenangan masa kecilnya, saat masih duduk di kelas 7

Editor: Didik Trio
Jalan Panjang Berliku Menuju Islam

SERAMBIUMMAH.COM - SEBELUM mengenal Islam, Karlsson adalah seorang lelaki biasa yang tidak religius sama sekali. Ia mengaku sebagai tipikal orang yang materialistis. Tak pernah sedikit terlintas dalam pikirannya tentang keberadaan Tuhan.

“Saya menjalani kehidupan selama 25 tahun tanpa pernah benar-benar memikirkan tentang eksistensi Tuhan, atau hal-hal yang berkaitan dengan spiritual,” ujar lelaki asal Swedia itu.

Tapi ia masih ingat kenangan masa kecilnya, saat masih duduk di kelas 7, pernah menulis cerita tentang akan seperti apa masa depan yang ingin dijalaninya kelak. Karlsson menggambarkan dirinya kelak sebagai seorang progammer komputer yang sukses–padahal saat itu ia tidak pernah menyentuh komputer–dan hidup dengan seorang istri yang muslim.

“Waktu itu, kata ‘Muslim’ buat saya adalah perempuan yang mengenakan baju panjang, longgar dan memakai jilbab. Tapi saya tidak tahu dari mana pikiran semacam itu datang dan melintas di kepala saya,” ujarnya mengenang impian masa kecilnya.

Waktu berjalan. Karlsson menyelesaikan kuliahnya dan mulai bekerja. Ia sudah punya penghasilan sendiri dan pidah ke apartemen yang dibelinya. Kala itu, ia mulai menekuni minatnya pada dunia fotografi amatir dan aktif dalam kegiatan-kegiatan fotografi.

Karlsson mengaku tidak tahu persis bagaimana ceritanya sampai ia kemudian mengenal Islam. Menurutnya, semua terjadi begitu saja tanpa ia rencanakan. “Banyak hal yang saya sendiri tidak bisa menjelaskan, apa yang saya lakukan, dan mengapa saya melakukannya,” ungkap Karlsson.

Ia melanjutkan, “Saya tidak bisa mengingatnya, mengapa saya menelpon Organisasi Informasi Islam di Swedia dan minta didata untuk berlangganan buletin yang mereka terbitkan, mengapa lalu saya membeli Alquran terjemahan dan membeli sebuah buku yang sangat bagus berjudul ‘Islam: Our Faith’. Saya melakukannya begitu saja.”

Setelah membaca seluruh terjemahan Alquran, Karlsson mengakui isi Alquran sangat indah dan logis. Tapi ia belum merasakan kehadiran Tuhan dalam hatinya.

Akhirnya Mengakui Tuhan

Setahun kemudian, ketika Karlsson berkunjung ke sebuah pulau cantik bernama Pretty Island, ia merasakan sesuatu yang sangat luar biasa dalam hatinya, saat memotret pemandangan musim gugur di pulau itu.

Halaman
123
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved