Breaking News:

Begini Cara Memuliakan Seorang Ibu?

Apalagi jika penghormatan hanya di lakukan dengan upacara atau kegiatan serimonial saja

Editor: Didik Trio
Begini Cara Memuliakan Seorang Ibu?
serambiummah.com/net
Memuliakan Seorang Ibu

SERAMBIUMMAH.COM - Sebenarnya akan sangat tidak tepat jika merayakan hari ibu cuma sekali dalam setahun hari ibu seperti sekarang yang biasanya diadakan pada tanggal 22 Desember. Seharusnya setiap saat dalam hidup seorang anak, berbakti kepada orang tua dilakukan tiap saat, saat kesempatan ibu bapak masih hidup dan meninggal dunia.

Apalagi jika penghormatan hanya di lakukan dengan upacara atau kegiatan serimonial saja. Tak akan berbekas dan membentuk karakter seorang anak yang menghormati, berbuat baik, menyayangi dan setiap saat mendoakan ibu dan bapaknya agar diampuni dosanya, di jauhkan dari siksa kubur dan neraka dan di masukkan ke surga. Kewajiban anak kepada orang tua dijelaskan dalam Al-Quran.

Allah berfirman, “Kami telah memerintahkan kepada manusia untuk berbakti kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah bertambah lemah dan menyapihnya ketika usia dua tahun. Hendaklah kamu taat kepada-Ku dalam menggunakan nikmat-Ku dan taatlah kepada ibu bapakmu. Kepada-Kulah kalian akan kembali.

Jika ibu bapakmu, mengajakmu untuk menyekutukan Aku, padahal kamu tidak punya sedikit pun bukit adanya tuhan selain Aku, janganlah kamu taat kepada mereka. Sekalipun demikian, bergaulah dengan ibu bapakmu di dunia ini dengan cara-cara yang baik. Ikutilah agama orang-orang yang bertaubat kepada-Ku. Kepada-Kulah kelak kamu akan dikembalikan. Diakherat kelak, Aku akan memberitahukan kepadamu segala perbuatan yang telah kamu lakukan didunia. (QS Luqman [31]14).

Maksud ayat diatas si ibu telah mengandung selama kurang lebih sembilan bulan, dimana dalam kondisi terebut dia dalam keadaan sangat lemah karena janin atau bakal bayi dirahimnya. Setelah sudah payah mengandung janin dalam perutnya, si ibu harus menghadapi masa krisis saat melahirkan. Dalam kondisi seperti ini, nyawa si ibu menjadi taruhannya. Si ibu berjuang agar hidup dan mati agar bayi yang dikandungnya lahir dalam keadaan selamat. Tidak jarang, si ibu rela mengorbankan nyawanya sendiri demi keselamatan bayi yang dikandungnya. Setelah bayi lahir dari rahimnya, si ibu kembali berjuang selama dua tahun untuk menyusui anaknya. Inilah pengorbanan yang sangat besar dari seorang ibu, hingga pantas dia mendapatkan penghormatan, kasih sayang dan derma bakti dari anak-anaknya.

Maksudnya, bila ibu dan bapak atau salah satu dari seorang keduanya menyekutukan Allah swt atau kafir, maka si anak tidak boleh mengikuti ritualitas dan kebiasaan mereka yang menyimpang dari ajaran Allah. Dalam keadaan seperti ini, ketaatan si anak kepada ibu bapaknya, terbatas dalam hal-hal muamalah, yaitu memperlakukan mereka berdua dengan baik berkata santun dan memenuhi kebutuhan hidup mereka. Jadi bukan dalam hal keyakinan dan ibadah ritual ibu dan bapak tersebut yang menyimpang dari ajaran Allah swt.

Ibnu abbas berkata ada tiga ayat yang diturunkan oleh Allah secara berpasang-pasangan isinya, salah satu darinya tidak diterima tanpa disertai dengan pasangannya

1. Barangsiapa yang taat kepada Allah swt akan tetapi mereka tidak taat kepada Rasulullah saw, maka ketaatannya tersebut tidak akan diterima

Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya (QS an-Nur 54, Muhammad 33 dan at-Taghabun 12)

2. Barangsiapa yang melaksanakan shalat, akan tetapi ia tidak menunaikan zakat, maka amal perbuatannya itu tidak akan diterima

Halaman
1234
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved